18 Oktober 2020
SHOWROOM MOBIL

Suzuki SJ410 Jimny 1984 - Di Timur Matahari


Dunia modifikasi bersifat 'free style', dan terkadang harus dilakukan secara out of the book. Namun, modifikasi pun membutuhkan pemahaman dan pengetahuan yang lebih luas dari isi sebuah buku saja. Juga membutuhkan jam terbang dan naluri. Dua hal terakhir tersebut, tumbuh dari asah pengalaman dan pengamatan berulang-ulang, dan berkesinambungan. Bukan merupakan sesuatu yang instan.

Mengasah naluri dan jam terbang inilah yang kemudian menginspirasi SMK Karya Nasional untuk membuka suatu jurusan, yang sebelumnya belum pernah ada di Indonesia, yakni kejuruan 4x4 off-road. "Kelas khusus modifikasi off-road ini dibuka dengan tujuan untuk mengasah intuisi, dan meletakkan dasar-dasar membangun kendaraan off-road secara dini pada anak-anak," jelas Yepry, selaku salah satu tokoh pendidik dari SMK yang berada di wilayah Kuningan, Jawa Barat ini.

"Memodifikasi kendaraan off-road bukan semata-mata ganti ban kasar, namun harus memiliki pengetahuan untuk membuat kendaraan yang dapat diandalkan, dan berperforma lebih baik dari standarnya," jelas pemilik yayasan pendidikan itu.

 "Saya memandang jika kesempatan di dunia modifikasi off-road ini cukup besar.  Kita memiliki banyak peluang, tak sekadar modifikasi untuk perorangan saja, namun peluang melakukan modifikasi bagi perkebunan dan pertambangan cukup menjanjikan," jelasnya bersemangat.

Salah satu proyek perdana kejuruan off-road 4x4 ini, adalah membuat sebuah kendaraan modifikasi 4x4. Ini bagian dari pola pendidikan yang mengajak siswanya mempraktikkan ilmu sedini mungkin. "Jika begini, bukan tidak mungkin intuisi akan muncul lebih awal, sehingga sang murid akan lebih kompetitif, karena memiliki bekal pengetahuan yang lebih fokus," sambung Asep Hale yang ditunjuk sebagai pembimbing dalam pembuatan kendaraan off-road pertama dari SMK Karnas ini.

"Awalnya bukanlah hal yang mudah, namun karena antusiasme dan keinginan keras dari anak-anak itu sendiri, kendaraan modifikasi pun terwujud," ungkap Hale. Dia juga menjelaskan bahwa konsep, desain, instalasi sampai body work merupakan hasil pemikiran dan kerja anak-anak SMK Karnas itu. "Saya cukup memberikan masukan dan supervisi saja," papar Hale dengan bangga.

Ibarat membuka kotak Pandora, awal yang susah tersebut membuka banyak kemungkinan lain, yang akan terus berkembang. "Setiap individu yang terlibat pada proyek ini akhirnya menunjukkan spesialisasinya masing-masing, sehingga membentuk suatu team work dengan deskripsi kerja masing-masing," cerocos Hale.

Mengenalkan dan mengajarkan pengetahuan lebih dini, seperti membuka cakrawala baru, yang akan menumbuhkan passion dan semangat belajar besar. Belajar di usia muda, ibarat belajar pagi hari, saat matahari baru terbit dari timur. Saat suasana belum terkontaminasi segala keruwetan hidup, sehingga ilmu lebih mudah dicerna dan diurai. So ... memang tidak ada kata terlambat untuk belajar, namun sebaik-baiknya belajar dilakukan sedini mungkin, belajar saat matahari masih di ufuk timur. [w33]

viewed :: 12655

Berita Terkait Lainnya :