25 Oktober 2014
SPORTS MOBIL

Ferrari Bukan Apa-apa Tanpa Sukses di F1


Ikut dan berjaya di ajang Formula1. Itulah cara pendiri Ferrari, Enzo Ferrari, dalam membangun perusahannya 85 tahun silam atau di 1929. Enzo kemudian menerjemahkan semua pengetahuannya untuk bisa sukses di dua kaki, baik dalam perusahaan atau pada ajang balap.

Periode kesuksesan Ferrari diprediksi di dua sektor tersebut akan berakhir, dengan mundurnya pimpinan Luca di Montezemolo. Fiat Chrysler Atomobiles (FCA) mengambil alih langsung Ferrari dan CEO FCA Sergio Marchionne menegaskan akan menaikkan kuota pembatasan produksi dari angka 7.000 unit per tahun.

Bisnis Ferrari selalu terkait dengan F1 yang ikut menyokong kesuksesan perusahaan. Setiap kemenangan itu harganya mahal. Tidak bisa jika hanya berpikir tentang 458 Italia sebagai mobil sport dengan fasilitas mewah. Ferrari membutuhkan F1, ujar Montezemolo seperti disitat Inautonews, Selasa (21/10/2014).

Terseok
Tim Scuderia Ferrari sedang terseok di musim ini. Dari 16 seri yang sudah berjalan, tim Kuda Jingkrak tersebut tidak sekalipun naik podium pertama. Dua pebalapnya Fernando Alonso dan Kimi Raikkonen juga gagal bersaing di papan atas klasemen pebalap. Alonso ada di posisi enam, dan Raikkonen tejerembab di posisi 12.

Sedangkan di klasemen konstruktor tim, Ferrari hanya berada di posisi empat dengan poin 188. Ferarri tertinggal jauh dari pimpinan klasemen, Merceses, yang mengoleksi 565 poin. Prestasi terbaik yang diraih hanya podium dua yang direbut Alonso pada GP Hungaria, 27 Juli lalu.

viewed :: 11278
Berita Terkait Lainnya :