10 November 2018
TIPS MOBIL

HKS Supercharge V2 Buat Toyota 86, Dongkrak Tenaga 63%


Perangkat pendongkrak performa untuk mobil bermesin FA20 (Toyota 86) telah banyak beredar, terutama di mancanegara. Setidaknya ada merek TRD, Innovate, HKS dan lainnya. Salah satu yang terkini dan dipasarkan di Indonesia supercharger HKS versi 2 (V2).

"Launching di Jepang Juli lalu, masuk Indonesia baru 3 buah dan satu terpasang di mobil saya," ujar Ferry Nando dari F Works Motorsport. "Ini merupakan revisi dari versi pertama yang hasilnya kurang memuaskan," imbuhnya.

Supercharger ini oleh Ferry dijual satu set, terdiri dari HKS Supercharge V2, intercooler, HKS Header, AFR + boost + map sensor, HKS intake duct dan Ecutec tune + licensed. "Pokoknya paket lengkap tinggal pasang," imbuh pemilik workshop beralamat di Puri Mansion, Cluster Hawai 1 No. 26, Puri Indah, Jakbar.

Karena paket khusus untuk Toyota 86, pemasangan enggak merombak kompartemen mesin, sekilas terlihat standar. Pengorbanan hanya perlu sedikit memapas sasis depan yang di belakang radiator, karena mentok intake dari intercooler.
 
Komponen dijual lengkap, dari supercharger + dudukan, intercooler, pipa-pipa, klem sampai oli khusus, jadi pemasangannya minim ubahan.

Paket lengkap supercharge HKS V2 ini ditawarkan Rp 99 juta. "Sudah termasuk pasang dan tuning di atas dyno ya, pokoknya terima beres," lanjut Ferry. Pemasangan dan tuning membutuhkan waktu sekitar 1 minggu. Mmmm ... mahal? Tapi apakah setara dengan hasilnya?

Dalam kondisi standar, tenaga yang dihasilkan mesin boxer 4 silinder berkapasitas 1.998 cc di dynamometer Dyno Dynamics milik Khatulistiwa Suryanusa, tercatat 124,9 DK/6.500 rpm dan torsi 151,4 Nm (111,7 ft-lb)/3.200 rpm.

Setelah terpasang dan di-tuning, performanya melonjak drastis. Tenaga menjadi 203,3 DK/6.100 rpm dan torsi 249,1 Nm (183,7 ft-lb)/5.250 rpm. Ada kenaikan tenaga sebesar 63%, sedang torsi 65%. Grafik tenaga pun naik linear, tak seperti standar yang ada penurunan di sekitar 4.000 rpm. "Internal mesin standar bawaan pabrik ya, enggak ada yang dibongkar," jelas Ferry.

Dalam paket dari HKS, tak disertai dengan perubahan manajemen mesin. Kalau enggak diubah, tentu kinerja enggak normal bahkan malah enggak berguna. Lantaran dengan tekanan udara tinggi, butuh suplai bensin banyak dan presisi. Makanya diperlukan perubahan manajemen mesin dari ECU-nya.

Ferry memaketkan dengan Ecutek, sebuah software dari Inggris yang bisa mem-flash ulang ECU bawaan mobil. ECU asli diisi program baru yang bisa di-adjust sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya perubahan manajemen mesin, maka performa mesin bisa dioptimalkan karena pasokan bensin hingga waktu pengapian bisa dipatok sesuai dengan kondisi dimana ada supercharge.

"Untuk bisa melakukannya butuh licensed dari Ecutek, satu mobil satu licensed," terang Ferry yang sekaligus agen resmi Ecutek di Indonesia.     ..... [w33]

viewed :: 11939
Berita Terkait Lainnya :