26 Agustus 2019
SHOWROOM MOBIL

Toyota Kijang Innova Diesel : Innova Bohay


Tadinya, Toyota Kijang Innova Diesel lansiran 2008 milik Ncang Opie ini tampil jangkung dengan gaya modifikasi ALTO. Namun sering jalan, dia mengubahnya menjadi lebih ceper dan bohay.

"Dari ALTO, gue ubah jadi stance daily, karena gue mulai seneng ngeliat  mobil-mobil pendek yang ber-fitmen. Menurut gue itu asik," ucap pria yang tergabung di komunitas TKCI ini.

Pengen Tetep Empuk
Konsekuensi, mobil ceper atau bergaya stance adalah kaki-kaki yang dibuat rigid atau cenderung keras agar ayunan suspensi tak membuat roda gesrot ke bodi ataupun fender. Namun Ncang Opie tetep ingin mobilnya nyaman digunakan sehari-hari. Untuk itu, dia tetap meyisakan sedikit celah antara roda dan fender agar suspensi tetap bisa bekerja.

"Kendala modifikasi di bagian kaki-kaki adalah waktu pemasangan shock belakang. Pengennya tetep empuk dan tidak rigid. Akhirnya gue coba pake shock kepunyaan Suzuki Katana dipadukan per Eibach, alhasil bantingan tetep empuk," terang Opie. Sementara untuk shock depan mempertahankan aslinya, sedangkan per menggunakan Eibach.

Urusan mendobrak tampilan, Ncang Opie mengandalkan velg Rota berukuran 18 inci yang memiliki sepsifikasi sangar. "Velg ini beda aja dengan yang lain walaupun banyak yang mengikuti seperti Rays TE37, namun  palangnya lebih kekar dan lebar hinga 9-10 inci. Kalau yang umumnya TE37 hanya di 8-9 inci lebarnya, sehingga membuat fitment-nya lebih padat dan terkesan sexy atau bohay," tukas pria yang menjuluki mobilnya Innova Bohay.

Sementara untuk mendobrak tatapan lampu depan Kijang Innova-nya, Ncang Opie melakukan smoke pada headlamp. "Smoke lampu dilakukan sebelum bergaya pendek, agar tampil bergaya USDM. Mobil ini sempat ALTO, jadi kalo di-smoke lebih terlihat gahar saja," terangnya.

Suara Audio Bikin Rumah Tetangga Getar
Aliran Sound Preasure Level (SPL) dipilih Opie lantaran ia ingin Show Off sekaligus menghilangkan rasa bosan ketika berkendara. "SPL dipilih karena gue berfikir buat apa pasang audio kalo tetangga nggak denger dentumannya heeee. Dan seru aja kalo macet-macetan nggak bikin boring yang berakibat mengantuk saat mengemudi," ungkap pria humoris ini.

Kalau intesitas suaran yang dihasilkan mencapai 120 dB, itupun Ncang Opei yang meng-joki-kan sendiri waktu di kontes. "Gue kan amatir, tapi kalau yang ngejokiin itu profesional pasti hasilnya lebih besar," tukasnya. Untuk menghasilkan setting-an seperti sekarang, mobil ini sempat mengalami kendala yaitu sering dropnya aki.

Alhasil dengan susunan speaker 3-way di depan, frekuensi suara dapat terbagi cukup baik, sekaligus mengumbangi dentuman bass yang dahsyat. "Hasil suara lumayan lah bikin kaca rumah tetangga getar. Selain bisa keras, untuk soft juga bisa tinggal matiin loud-nya aja, keluar deh suara SQL-nya heeee," tutupnya.

Data Modifikasi
Kaki-kaki : Velg Rota 18x(9+10)", Ban GT Radial Champiro HPY 225/40R18, Per Eibach, Shock Suzuki Katana (belakang).
Interior : Sarung Jok MBtech, Jok Tengah Captain Seat Great Corolla, Headrest Mercedes-Benz Masterpiece.
Audio : Head Unit Pioneer AVH-P3250, Speaker Dominations, Subwoofer Harmonic Drive Technologies 12", Power Dominations Elite 4ch, Power LM Monoblock.     ..... [w33]

viewed :: 19324
Berita Terkait Lainnya :