20 Mei 2020
SHOWROOM MOBIL

Modifikasi HOLDEN


Sedan bongsor yang masuk ke Tanah Air sejak 1960 ini memang termasuk mobil retro yang memiliki sejarah panjang. Tampangnya yang gagah serta cenderung menyerupai mobil retro berotot ala American Muscle Car, membuat mobil ini tidak pernah kekurangan penggemarnya di Indonesia.

Maraknya trend mobil retro dan mobil klasik di dunia otomotif tanah air, seperti membangunkan "singa" yang menjadi lambang mobil HOLDEN ini.

Alasannya, mobil buatan General Motors Australia ini tergolong kompak dan sanggup dijejali mesin besar. "Cuma ambil bentuknya saja karena body asli sudah tak dipakai," jelas Partogi dari GE Racing, Pamulang-Banten.

Saat menjajal elapsed time pada ajang Achilles Corsa 3D di sirkuit Sentul, waktu terbaik di kelas FFA menembus 10,602 detik yang berakhir dengan podium ke-2. "Ada beberapa pembenahan seperti engine management dan reinforced sasis biar mobil lebih anteng saat digeber," terang Partogi yang berkolaborasi dengan Wisesa Motor di bilangan Radio Dalam, Jaksel.

Saat memilih sosok Holden Torana, sudah ready mesin V8 Chevrolet jenis small block berkapasitas 5.700 cc yang nantinya dibangun dengan spesifikasi 800 dk.

Buat ukuran dragster lawas, performa seperti ini jelas bikin geleng kepala. Apalagi kalau melihat spesifikasi secara rinci. Komponen apa saja yang tertanam di blok mesin dengan 8 buah piston forged alloy buatan Wiseco ini? Mulai dari kepala silinder dulu deh.Aluminium cylinder head merek Brodix 'Track-1' dilengkapi klep masuk dan buang stainless steel Ferrea berukuran besar (2,02 inci dan 1,6 inci).

Ditambah dengan roller rockers billet alloy Yella Terra yang masih impor dari Australia. Tak hanya itu, baut dan mur saja harus yang memiliki kemampuan tinggi. Produk seperti ARP, Lunati, Competition Cams dan Crane Cams diracik Togi.

Blok mesin pun mendapat porsi yang sama dengan menjejali komponen racing seperti piston Wiseco, setang piston Childs & Albert, damper kruk as Romac dan metal jalan-duduk Clevite 77 race bearings.

Fokus selanjutnya adalah membuat sasis dan kaki-kaki kokoh untuk bisa menyalurkan tenaga besar dari transmisi matic Power Glide yang hanya 2 percepatan.

Sepasang pelek belakang Weld racing billet wheels berukuran 15x15 inci terlihat kecil setelah terpasang dibalik sepatbor Torana. "Untuk pengereman memakai rem Wilwood," papar Bani.     ..... (w33)

viewed :: 16647
Berita Terkait Lainnya :