20 Juni 2017
SHOWROOM MOBIL

Modifikasi Jeep Wrangler JK Rubicon 2009 : The Passion


"Tadinya sudah banyak kendaraan 4x4 yang pernah saya cicipi. Tapi passion saya jatuh pada merek Jeep," ucap Ari Utama pemilik Jeep Wrangler JK Rubicon 2009. Itulah mengapa  Ari yakin menggunakan Jeep Wrangler JK Rubicon pada gelaran Indonesia Off-road Expedition (IOX) 2014.

Sebelumnya, JK kuning milik Ari ini sudah cukup sering diajak main lumpur di saat waktu kosong. Menu yang dilahap masih sebatas menjajal kemampuan 4x4 bawaan pabrik. Sampai  akhirnya Ari tergiur untuk mencicipi IOX yang terkenal dengan trek yang ekstrem.  "Gelaran IOX sebelumnya belum pernah ada yang pakai JK Wrangler. Makanya saya penasaran dengan kemampuan  JK kalau dipakai di trek ekstrem," tutur Ari.

Akhirnya projek pun terkonsentrasi untuk mempersiapkan agar tunggangannya aman selama di hutan. "Memang awalnya saya sempat ragu dengan kondisi JK standar. Tapi pihak dari Mopar menjamin kalau kondisi standar saja sudah memupuni," terang Ari yang disponsori oleh Mopar pada IOX 2014 lalu.

Bagian seperti kaki-kaki dan mesin pun dibiarkan tetap standar. Konsentrasi Ari pun langsung pada bodi JK Wrangler. Pastinya, off-road dengan trek ekstrem bakal sering nyender di tebing atau pohon. "Saya pilih fender dan bumper buatan Poison Spider untuk masalah ini. Karena konstruksinya kuat," alasannya.

Pilihan body-kit bikinan Poison Spider karena Ari tidak mau ada roll-cage yang melintang di luar bodi tunggangannya. Supaya sosok Jeep Rubicon nuansanya tetap kental. Sebenarnya fender berfungsi juga sebagai  body protector.

Masih suka dipakai untuk harian dan mejeng di mall, itulah  juga alasan kenapa JK ini minor ubahan di sektor kaki-kaki. "Handling tetap enak untuk harian dan juga masih aman saat dibawa ngebut," terangnya.

Perjalanan off-road berminggu-minggu pasti bawaannya menggunung. Bodi JK short terasa kecil dimensinya untuk bawa berbagai perbekalan barang. Perlu trik khusus dengan merancang cargo management lebih efektif. Terpaksa harus dibuatkan roof-rack untuk menambah space barang bawaan.

"Usai dipakai ikut IOX 2014, saya baru tahu kenapa harga Wrangler JK cukup mahal," tegasnya. Banderol yang cukup tinggi dirasakan Ari sebanding dengan kemampuan yang dimiliki di trek ekstrem. Tapi, "Enggak bakal dapat passion-nya kalau pakai Wrangler JK cuma keluar masuk mall," tambahnya.  [w33]

viewed :: 14982
Berita Terkait Lainnya :