26 Mei 2014
SPORTS MOBIL

Diet Ekstrem Pilot F1, Rahasia Agar Tetap Kompetitif


Balap bisa begitu menyakitkan. Setidaknya berlaku bagi beberapa pebalap formula 1 demi mempertahankan performa mereka di trek. Apa pasal? Sesuai Regulasi F1 2014 pasal 4.1 yang dikeluarkan FIA, berat minimum mobil F1 (tanpa bahan bakar) beserta pebalap tidak boleh kurang dari 691 kg.

Meski naik 49 kg dibanding tahun lalu, ini bukan keleluasaan. Sebab penambahan power unit minimum seberat 145 kg ini memaksa para teknisi tim berjuang keras menjaga bobot mobil tetap rendah.

"Setiap ekstra berat setara dengan waktu per lap dan mereka tidak ingin memberi apa pun kepada kompetitor lain. Jadi kami ingin semuanya seringan mungkin, termasuk pebalap", ujar Clayton Green, Manager Human Performance Programme tim McLaren.

Tak ayal, kini para bos tim tak semata berharap namun menuntut para pebalapnya memangkas berat badan. Karena setiap satu kilogram penambahan di mobil F1 akan setara dengan 0,035-0,04 detik perlap dalam kondisi yang sama. Amat sensitif!

Bagi pebalap berpostur kecil dan ringan, tentu tak masalah. Tapi sebaliknya buat yang lebih berat. Nigel Mansell, juara dunia F1, menyebut peraturan ini diskriminasi bagi pebalap bertubuh besar.

"Itu salah, mereka bukan joki. Jadi saya pikir dengan menaikkan sedikit batas berat minimum nantinya membuat beberapa mobil membawa ballast atau pemberat, sehingga pebalap yang lebih besar tidak banyak menderita", usul Nigel Mansell.

BOBOT IDEAL
Merujuk peraturan berat minimum tahun ini, idealnya berat badan pebalap F1 di kisaran 60-65 kg. Ini membuat pebalap yang kelebihan berat badan berjuang hingga ke titik diet ekstrem. Jean-Eric Vergne, pebalap tim Toro Rosso harus masuk rumah sakit selepas seri pembuka F1 Australia, ia kekurangan cairan yang membuatnya tubuhnya lemah.

"Menjalani diet selama musim dingin lalu, tetapi apa daya, ada batas-batas tertentu sehingga tubuh tidak bisa menerima lagi", ujar pebalap Prancis ini.

"Ini adalah situasi yang bodoh, beberapa pebalap yang berbadan ringan ingin menjaga keunggulannya dan kami belum mencapai solusi. Mobil F1 sangat sulit untuk dikendarai dan kami membutuhkan semua skill yang kami punya. Ketika dipaksa menurunkan berat badan, itu adalah hal yang tidak baik", terang Vergne.

Lewis Hamilton (66 kg) pebalap Mercedes asal Inggris ini mengungkap pentingnya pebalap untuk tetap langsing karena berat turbo dan sistem hybrid tidak sesuai harapan para engineer tim. Sementara Jenson Button menganggap masalah berat badan ini adalah bagian dari pekerjaan, 3 tahun terakhir ia berjuang mencapai berat badan 70 kg dengan fitness hingga triathlon.

"Saya tidak makan karbohidrat sama sekali, saya makan dalam jumlah yang terbatas dan selalu tinggi protein dan ini berlaku sepanjang tahun", ungkap pebalap McLaren berbobot 74 kg ini.

Tekanan untuk menurunkan berat badan juga dialami oleh Adrian Sutil. Pebalap Sauber yang berbobot 75 kg ini harus "rela" dipaksa tidak membawa botol minuman di mobilnya saat balap di Bahrain lalu. Begitu pula saat balap seri kedua Malaysia, ia hanya minum sedikit teh. Boleh jadi ini salah satu kompromi drastis agar mobil menjadi lebih ringan.

"Tidak fair, kalau dikalahkan bukan karena ia membalap lebih cepat, tapi hanya karena mereka lebih ringan badannya", keluh Sutil yang mengaku berat badannya turun sebesar 4 kg.

Lain halnya dengan Nico Rosberg, pebalap Mercedes ini malah rajin memasak makanannya sendiri. "Saya memiliki kelebihan berat badan, saya harus membuat pengorbanan jika saya ingin menyeimbangkan mobil dengan sempurna," ungkap Rosberg yang berbobot 71 kg.

Ia mencoba diet khusus mulai dengan memasak untuk diri sendiri. Saat Natal tahun lalu, Rosberg-pun tidak makan kue yang penuh dengan gula dan mentega. "Bagaimana akan melakukan diet dengan memakan gula dan mentega? Jadi saya membuat kue dan keripik kentang sendiri dengan semua bahan-bahan yang sehat, diet sendiri itu gampang, tapi training dengan sedikit makanan adalah neraka," pungkas Rosberg.       ..... (w33)

viewed :: 1911
Berita Terkait Lainnya :