10 November 2019
SHOWROOM MOTOR

Suzuki Thunder 250, Scandinavian Cafe Racer


Riwayat Suzuki Thunder 2005 hanya bertahan lima tahun saja di Indonesia. Populasinya pun sekarang makin susah ditemui, jarang sekali terlihat motor 250 cc tersebut masih bertampang standar. Rata-rata sudah dimodifikasi, entah bergaya turing atau custom racikan bengkel modifikasi.

Hal itu juga terlihat di Suzuki Thunder keluaran 2003 ini, bentuk standar yang bergenre sport turing sudah hilang entah ke mana. Motor berkelir hitam ini sudah berganti aliran klasik.

Panjang jok boleh berkurang, tapi kenyamanan tetap terjamin karena busanya empuk. Panel indikator minimalis, cukup spidometer yang berisi petunjuk kecepatan dalam satuan kmh dan mph.
"Saya menyebutnya Skandinavian Cafe Racer, gaya cafe racer yang popular di Swedia, bukan Inggris," beber Joddy Ario dari JDM Project yang garap motor ini.

Aliran seperti inilah yang cocok untuk Suzuki Thunder 250. Meski mengikuti gaya ala Skandinavian Cafe Racer, ciri-ciri cafe racer Inggris masih kental terlihat. Seperti posisi setang yang tingginya enggak jauh dengan tangki, spion diujung setang, jok pendek hingga bodi minimalis.

Berganti aliran tentu harus ada yang dikorbankan untuk mengejar motor idaman. "Rangka harus rela dipotong untuk memperpendek buritan belakang supaya ban belakang terlihat lebih mundur," kata pria beralamat di Jatiwaringin, Jaktim ini. Lalu tangki pakai Kawasaki GTO dan sepatbor custom berbahan pelat.

Untuk kaki-kaki Joddy enggak banyak mengubah karena ketika datang, kondisi motor sudah aplikasi limbah moge dari Suzuki GSX 400. "Masih terlihat proporsional dan masuk untuk aliran yang gue pilih," tutupnya. [w33]
 
Data Modifikasi:
Bodi : Custom JDM Project
Lampu belakang : Aftermarket
Pelek : Suzuki GSX 400
Ban : Battlax BT92
Swingarm : Suzuki Impulse
Sok depan : Suzuki GSX 400
Oil cooler : Suzuki Impulse
Tangki : Kawasaki GTO
Karburator : Keihin FCR
Knalpot : Custom
JDM Project : 0878-82437850


viewed :: 14012
Berita Terkait Lainnya :