25 Juli 2021
HEADLINE MOBIL

Malaysia Bisa Jadi Negara Di Asia Tenggara Pertama Yang Punya Taksi Terbang



Malaysia kembali menghidupkan lagi proyek taksi terbang atau Urban Air Mobility (UAM) dengan perusahaan Jerman, Volocopter. Disebutkan situs Wapcar, proyek taksi terbang memang sempat digaungkan oleh Pemerintah Malaysia. Hanya saja saat itu rencana tersebut tertunda karena Kementerian Pengembangan Usaha dan Koperasi Malaysia membutuhkan suuntuikan dana untuk menyelamatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Hanya saja proyek pengembangan taksi terbang itu dihidupkan kembali setelah Malaysia Airports Holding Berhad (MAHB) baru-baru mengumumkan telah menandatangi MOU tripartit yang melibatkan MAHB, Skyports dan perusahaan penyedia taksi terbang asal Jerman, Volocopter. Kerja sama ini bisa jadi membuka kemungkinan Malaysia sebagai negara di Asia Tenggara pertama yang akan mengoperasikan taksi terbang.

Saat ini Volocopter adalah satu-satunya perusahaan pengembang taksi terbang dengan konsep multicopter yang memiliki sayap statis. Taksi terbang yang dikembangkan oleh Volocopter diketahui bergerak dengan cara eVTOL (Electric Vertical Takeoff and Landing) atau lepas landas dan mendarat secara vertikal dengan menggunakan tenaga listrik.


Konsep yang dimiliki oleh Volcopter sendiri sangat menarik. Sampai-sampai pada 2019 perusahaan otomotif China, Geely menggelontorkan dana untuk proyek taksi terbang yang dimiliki Volocopter.

Sementara Skyports menurut Wapcar adalah perusahaan pembangun infrastruktut mobilitas udara serta operator landasan khusus transportasi udara vertikal atau vertiports. Mereka merupakan perusahaan spesialis untuk mengoperasikan kendaraan udara dengan sistem kerja eVTOL.

Dalam penandatanganan itu ketiga pihak juga akan mengeksplorasi kemungkinan pemanfaatan bandar udara dan vertiports yang dimiliki oleh MAHB. Sementara MAHB berharap kerja sama ini mampu menjadi game changer dalam industri berwisata melalui udara.


Rencananya proyek taksi terbang ini akan diujicoba di bandar udara Sultan Abdul Aziz Shah Airport atau juga dikenal sebagai Subang Airport. Nantinya taksi terbang akan bisa beroperasi menjemput dan mengantar penumpang melalui bandar udara tersebut.

"Subang Airport nantinya akan menawarkan ekosistem yang bersinergi antara penerbangan dan sektor ruang angkasa. Ini saatnya bagi kita untuk mengeksplorasi layanan baru ini sebagai langkah inisiatif penting," ujar CEO MAHB, Mohd Shukrie Mohd Salleh.

Sementara CEO Skyports, Duncan Walker mengatakan ambisi MAHB agar Bandara Subang bisa mengoperasikan taksi terbang dan juga di wilayah lainnya selaras dengan ambisi mereka untuk menghadirkan mobilitas udara di pasar Asia Pasifik.

"Studi kelayakan akan memungkinkan kami untuk mengeksplorasi semua elemen yang diperlukan untuk membuat model mobilitas udara masa depan yang dapat digunakan di seluruh wilayah," jelasnya.

"Rekam jejak kesuksesan kami dengan Volocopter dikombinasikan dengan banyak pengalaman dan tujuan Bandara Malaysia, menjadikan ini inisiatif yang menarik," tutup Duncan Walker.

Sumber : otomotif.sindonews.com

viewed :: 1195

Berita Terkait Lainnya :