14 Januari 2021
SPORTS MOBIL

Magnussen: Sulit Wujudkan Ayah-Anak Balapan Le Mans 24 Hours


Kevin Magnussen meyakini bahwa akan sulit untuk balapan dengan ayahnya, Jan Magnussen, di Le Mans 24 Hours lantaran sekarang dia bukan lagi pebalap pabrikan.

Kevin Magnussen, mantan pebalap Haas Formula 1, bakal hijrah ke ajang balap mobil sport untuk musim 2021 usai menandatangani kontrak dengan skuad DPi Chip Ganassi Racing di IMSA SportsCar Championship.


Magnussen sebelumnya berbicara tentang keinginan untuk bekerja sama dengan ayahnya di Le Mans 24 Hours. Sang ayah, Jan, telah mengikuti balap ketahanan itu setiap tahun sejak 1999, dan merupakan line-up Corvette antara 2004 dan 2019.

Dia mengungkapkan, sebenarnya ada beberapa kesempatan untuk balapan bersama saat ayahnya berada di Corvette. Tetapi kini merasa akan sulit untuk mewujudkannya.

“Kami selalu ingin melakukannya, namun saya rasa itu menjadi lebih sulit sekarang karena ayah saya bukan pebalap pabrikan,” kata Magnussen menjawab pertanyaan Motorsport.com tentang peluang tampil di Le Mans 24 Hours.

“Ketika dia menjadi pebalap Corvette, ada beberapa kesempatan untuk melakukannya, karena Corvette dapat menempatkan saya di mobil Le Mans.


“Sekarang menjadi tidak mungkin dengan logistik dan waktu, karena Anda harus bersiap. Juga sulit bagi Corvette menempatkan satu pebalap di mobil Le Mans, dan apalagi bukan pebalap yang sama untuk balapan besar lainnya tahun itu.

“Sekarang dia bukan pebalap pabrikan, kami harus melakukannya seperti (mobil) LMP2 atau GTE-Am, yang sulit karena kami berdua pebalap platinum.

“Itu bisa sulit dengan status pebalap, apa pun sistem ini. Agak rumit dalam hal itu.

“Saya tidak tahu apakah kami bisa melakukannya. Sekarang saya akan balapan dan mencoba mendapatkan kesepakatan bagus untuk diri saya sendiri, dan semoga di tim pabrikan di masa depan.

“Ini bisa jadi rumit dengan ayah saya. Tapi kami akan selalu memantaunya.”

Ayah Magnussen terakhir memenangi kelas di Le Mans 24 Hours pada 2009 bersama Corvette, dan mencatatkan podium di GTE-Pro untuk pabrikan Amerika itu pada 2014 dan 2017.

Dia lalu turun ke kelas GTE-Am setelah meninggalkan Corvette tahun ini, dan berhasil finis keenam untuk JMW Motorsport di mobil Ferrari 488 GTE Evo.

Sumber : id.motorsport.com

viewed :: 155

Berita Terkait Lainnya :