14 Januari 2021
HEADLINE MOBIL

Mengkhawatirkan, Tren Konyol Mobil Sport Tak Berkepala


Mobil-mobil sport mulai bangga tampil tanpa kepala atau atap dan jendela depan. Ironisnya di saat yang bersamaan, mobil balap Formula 1 justru sudah mulai menggunakan sistem proteksi, Halo guna melindungi pengemudinya.

Tren mobil sport tak berkepala memang jadi fenomena tersendiri belakangan ini. Tidak hanya di dunia, di Indonesia fenomena mobil sport tanpa kepala juga sudah mulai menyapa. BAC Mono, yang dihadirkan oleh TDA Luxury Toys misalnya. Mobil sport itu tampil beda karena tidak memiliki atap.


Sensasi mobil Formula 1 memang jadi daya jual utama BAC Mono. Bentuknya yang murni seperti mobil balap Formula 1 itulah diyakini TDA Luxury Toys sebagai game changer mobil sport.

BAC Mono tidak sendirian tampil tanpa kepala. Mobil-mobil sport lain justru tengah keranjingan membuat mobil-mobil dengan desain unik itu. Sebut saja Ferrari dengan Ferrari Monza SP1 dan Ferrari Monza SP2.

Begitu juga dengan Lamborghini yang baru-baru ini meluncurkan mobil satu-satunya di dunia tanpa kepala, Lamborghini SC20. Rekan satu negara BAC yakni Aston Martin dan McLaren juga melakukan hal yang sama, membuat mobil tanpa atap dan jendela.


Aston Martin menghadirkan Aston Martin V12 Speedster sedangkan McLaren menggoda orang-orang kaya dunia yang ingin tampil racing dengan McLaren Elva. Bedanya McLaren Elva dengan yang lainnya adalah perusahaan mobil berbasis di Woking, Inggris itu masih memberikan opsi penambahan windshield.

Hal itu dilakukan karena pada dasarnya bisa jadi McLaren tahu bahwa mobil tanpa kepala, alias tanpa atap dan windshield itu memang tidak terlalu sempurna menjaga pemiliknya dari kondisi jalan.

Memang mobil-mobil yang disebutkan tadi antiair dan tdak akan basah karena hujan. Bentuknya yang aerodinamis tidak akan basah karena terpaan hujan deras. Belum lagi material mobil yang juga antiair.

Masalahnya adalah dari segi keamanan jalan mobil ini memang tidak akan layak digunakan di jalan. Bayangkan saja jika Anda melaju dalam kecepatan tinggi di tengah kondisi jalan Ibu Kota yang tidak sepenuhnya mulus. Dan tiba-tiba saja ada kerikil yang menghantam bagian tubuh Anda. Tentu hal itu akan membahayakan pengemudi.

Memang untuk mengendarai mobil-mobil di atas, pemiliknya diharuskan menggunakan helm. Hanya saja merasakan langsung helm menabrak kerikil dalam kecepatan tinggi tentu bukanlah hal yang menyenangkan. 


Hal fatal lainnya adalah apabila mobil-mobil tersebut mengalami kecelakaan. Bukan hal yang asing lagi jika para pemilik mobil sport gemar mengeksplorasi mobil kesayangan mereka dengan maksimal. Akan sangat buruk jika eksplorasi itu berujung pada kecelakaan terutama pada mobil-mobil tanpa kepala yang disebutkan sebelumnya.

Saat ini mobil-mobil Formula 1 saja sudah melengkapi diri dengan sistem pelindung Halo. Sistem itu bahkan berhasil menyelamatkan nyama pebalap berpaspor Swiss dan Prancis itu dari kecelakaan fatal di sirkuit Bahrain. "Sebelumnya saya pernah mengatakan Halo tidak ada gunanya, nyatanya sekarang alat ini yang menyelamatkan nyawa saya," ucap Romain Grosjean.

Sementara Carscoops mengkritik keras maraknya mobil-mobil sport yang tidak memiliki jendela dan atap. Menurut mereka pabrikan mobil sengaja membuat mobil-mobil itu tanpa jendela hanya karena alasan estetika dan profit semata. Mobil-mobil tanpa jendela dan atap itu memang memiliki banderol harga yang fantastis.

Contoh saja Lamborghini SC20 yang harganya mencapai USD5 juta atau setara Rp69,3 miliar. Begitu juga dengan McLaren Elva yang harganya mencapai USD1,69 juta atau setara Rp23,8 miliar. Dengan menjual satu unit saja pabrikan mobil sport itu sudah langsung untung besar.

"Pada akhirnya mobil-mobil itu hanya akan jadi dekorasi di garasi," kritik Carscoops.

Sumber : otomotif.sindonews.com

viewed :: 158

Berita Terkait Lainnya :