07 Juli 2020
HEADLINE MOBIL

Jerman Anggarkan Rp7,9 Triliun Bangun 1 Juta Stasiun Pengisian Mobil Listrik


Kementerian Ekonomi Jerman dilaporkan mengalokasikan dana 500 juta euro atau sekitar Rp7,9 triliun dari paket stimulus untuk mendukung pembangunan stasiun pengisian daya mobil listrik. Jumlah tersebut, merupakan bagian dari 2,5 miliar euro yang secara khusus ditujukan untuk memperluas infrastruktur kendaraan listrik.

Dilansir dari Reuters, Jerman menargetkan membangun sekitar 1 juta tempat pengisian umum hingga 2030, naik dari 27.730 unit saat ini. Langkah tersebut sebagai kunci mengatasi kekhawatiran konsumen tentang daya jangkau mobil bertenaga baterai, yang sejauh ini hanya menyumbang 0,6 persen kendaraan di Jerman.

Kementerian juga menyarankan mengeluarkan 1,5 miliar euro anggaran tambahan untuk mendukung produksi sel baterai di dalam negeri.
Selanjutnya, dana 500 juta euro yang tersisa dari 2,5 miliar euro akan dialokasikan untuk penelitian dan pengembangan.

Jerman menjadi ekonomi utama Eropa kedua yang menggunakan rencana pemulihan multi-miliar euro untuk memacu kendaraan ramah lingkungan dengan memberikan insentif. Sementara mobil berpolusi menghadapi pajak lebih tinggi.

Mengikuti janji Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadikan negaranya produsen kendaraan bersih terbaik di Eropa, Jerman menggandakan subsidi mobil listrik, menurunkan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 16 persen dari 19 persen.

Melalui paket stimulus, insentif konsumen mobil listrik di Jerman menjadi 9.000 euro setelah subsidi 3.000 euro dimasukkan. Menurut Kantor Federal Jerman untuk Ekonomi dan Ekspor, BAFA, mobil-mobil yang memenuhi syarat subsidi termasuk BMW i3, Hyundai Ioniq dan Kona, Kia E-Nero, Peugeot 208, Renault Zoe dan Tesla Model 3.

Sumber : www.inews.id

viewed :: 186
Berita Terkait Lainnya :