24 Mei 2020
HEADLINE MOBIL

Baterai Mobil Listrik GM Bisa Tempuh Jutaan Kilometer


Jarak tempuh mobil listrik yang ditentukan oleh kapasitas baterai masih menjadi alasan utama pasar enggan meninggalkan mobil berbahan bakar fosil. Salah satu solusi yang ada saat ini adalah meningkatkan jumlah titik pengisian baterai, namun butuh investasi besar-besaran untuk itu.

Akan tetapi ada satu hal yang tidak menjadi sorotan para calon konsumen, yaitu umur baterai itu sendiri. Saat ini kebanyakan baterai mobil yang tersedia ditentukan dari berapa kali baterai itu diisi atau lebih mudahnya belum ada yang bertahan lebih dari 5 tahun atau lebih dari 320 ribu km.

Setelah masa pakai tersebut, baterai tak bisa digunakan lagi dan menjadi limbah. Membeli baterai baru pun harganya terbilang cukup mahal.

Berdasarkan kendala di atas, General Motors mengatakan mereka semakin dekat dengan baterai mobil listrik yang bisa dipakai sejauh jutaan kilometer. Temuan ini dapat menjadi penyemangat para perusahaan mobil untuk menghadirkan produknya dengan tenaga listrik.

Hal ini dibicarakan GM di sebuah konferensi investor yang dilakukan secara online. Wakil Presiden Eksekutif GM, Doug Parks mengatakan bawah mereka sedang mengembangkan teknologi baterai yang lebih maju untuk mobil listrik mereka nantinya.

Baterai yang dinamai ultium itu sudah diperkenalkan pada bulan Maret bersama dengan sasis mobil listrik Hummer. Baterai Ultium tersebut bertujuan untuk melewati ambang biaya USD 100 per kWh yang artinya mencapai paritas harga dengan mobil berbahan bakar fosil.

Di samping itu, para pengembang mobil listrik di GM juga mulai mengerjakan baterai dengan elektroda tanpa kobalt, elektrolit solid-state, dan kemampuan pengisian daya super cepat. Setiap inovasi tersebut dapat memainkan peran penting dalam membuat mobil listrik yang dapat diandalkan sesuai kebutuhan pasar.

Cobalt saat ini adalah bahan material mentah yang relatif mahal dan menyebabkan banyak masalah kesehatan dan lingkungan. Elektroda solid-state, dengan asumsi mereka siap untuk produksi dapat meningkatkan stabilitas sel baterai untuk rentang hidup yang lebih lama dan peningkatan keselamatan. Sementara itu pengisian yang lebih cepat dapat membantu mengurangi salah satu keluhan utama di antara kritikus mobil listrik, yaitu lamanya pengisian daya dibandingkan mengisi bahan bakar fosil.

Berbekal inovasi itu General Motors mematok penjualan satu juta unit mobil listrik pada tahun 2025 di pasar China dan Amerika Serikat. Itu merupakan target yang tinggi, namun jika teknologi itu dapat diimplementasikan, patokan itu bisa tercapai.

Sumber : oto.detik.com

viewed :: 1170

Berita Terkait Lainnya :