11 Februari 2019
TIPS MOBIL

Tips Agar Tetap Aman Dan Nyaman Saat Mengemudi Jarak Jauh


Beberapa waktu yang lalu telah dilakukan beberapa kali sesi test drive luar kota melintasi rute jalur Selatan Jawa hingga kota Ciamis dan wisata Situ Panenggang.

Perjalanan ratusan kilometer, bahkan jika ditotal mencapai ribuan kilometer itu bukan tanpa alasan. Selain untuk menguji kehandalan lima unit mobil test drive (Daihatsu Luxio, All New Ford Ranger, Daihatsu Terios, Mazda CX-5 dan terakhir All-New Hyundai Santa Fe), rute perjalanan di jalur Selatan Jawa ini rasanya paling lengkap menguji kendaraan. Mulai dari kondisi aspal yang bergelombang, tikungan-tikungan tajam, hingga beberapa titik tanjakan yang menguji output tenaga kendaraan di roda kendaraan.

"Menyetir adalah aktivitas full time job," ungkap Jusri Pulubuhu, Training Director dari Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) di berbagai kesempatan.

Data pengujian kendaraan tersebut di atas, di sisi lain juga kami akumulasikan sebagai data tips berkendara. Setidaknya ada 8 referensi kami yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi Anda dalam berkendara jarak jauh.

Berikut delapan referensi dari pengalaman kami yang diharapkan bermanfaat bagi Anda:

1. Pastikan kondisi kendaraan dan Anda sebagai pengemudi dalam keadaan sehat untuk perjalanan jauh.

2. Pastikan mendapat posisi duduk mengemudi yang membuat Anda nyaman dalam berkendara, dengan posisi tangan kiri berada di jarum jam 9 dan tangan kanan pada jarum 3, atau tangan kiri pada jarum 10 dan kanan pada jarum jam 2. Pastikan pula kedua ibu jari jangan melingkar di setir kemudi, melainkan dalam posisi tegak, agar Anda dapat lebih mudah memutar roda kemudi.

3. Pastikan Anda senantiasa memperhatikan situasi sekeliling kendaraan secara kontinyu (fokus utama tetap ke depan), khususnya saat ingin berpindah lanjur atau melakukan deselerasi (mengurangi kecepatan kendaraan). Hal ini penting untuk memantau kendaraan di sekeliling Anda, atau dalam jarak yang aman dari kendaraan lain yang melaju di belakang Anda.

4. Saat ingin berpindah lajur, kami menyarankan Anda memantau situasi terlebih dahulu melalui spion, lalu menyalakan lampu sein, dan sebelum Anda berpindah pastikan menoleh sesaat ke arah lajur yang akan diambil untuk menghindari sisi yang tidak terlihat (blind spot) di kaca spion.

5. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan saat berakselerasi. Hal ini kami anggap penting untuk mendapat jarak pengereman maksimum, jikalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di depan.

6. Ketika Anda ingin melakukan tikungan, kami menyarankan Anda mengikuti kiat standar safety driving, dimana putaran setir kemudi dilakukan dengan sistem "tarik dan lepas" (pull and release). Sistem ini akan lebih mudah bagi Anda ketika harus melakukan counter steering.

7. Perhatikan karakter output tenaga mobil Anda. Sebagai misal pengalaman kami saat mengemudi Daihatsu Luxio dan Daihatsu Terios. Meski kedua kendaraan ini didukung tipe mesin yang sama, namun memiliki karakter kinerja yang berbeda di medan tanjakan. Pada Daihatsu Luxio saat melintasi rute Nagrek, ban mobil baru bisa mendapat traksi yang cukup pada posisi gigi 1 dan putaran mesin minimal 2.000 rpm. Sementara pada Daihatsu Terios, suplai traksi yang cukup pada roda untuk melibas tanjakan cukup di gigi 2 dan putaran mesin minimal 1.800 rpm.

8. Jika Anda mulai lelah dalam berkendara, kami menyarankan jangan memaksakan untuk terus mengemudi. Carilah rest area terdekat untuk beristirahat sejenak.

Semoga 8 tips pengalaman ini dapat bermanfaat bagi momoners.  [w33]


viewed :: 12140
Berita Terkait Lainnya :