26 Maret 2020
HEADLINE MOBIL

Toyota Bakal Produksi Mobil Hybrid Di Indonesia


PT Toyota-Astra Motor (TAM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) akan memperkuat kendaraan listrik. Perusahaan akan menambah pilihan kendaraan elektrik hybrid colok (Plug-in Hybrid Vehicle/PHEV) dan mobil listrik baterai (Battery Electric Vehicle/BEV).

Dikutip inews, Toyota berencana memulai produksi model kendaraan elektrik hybrid (HEV) di Indonesia pada 2022. Model HEV produksi lokal tersebut akan ditujukan tidak hanya untuk pasar domestik, namun juga pasar ekspor.

"Toyota Indonesia berkomitmen untuk mengambil bagian dalam upaya menyebarluaskan kendaraan elektrifikasi, seperti BEV, PHEV, dan HEV, termasuk di dalamnya rantai suplai dari komponen-komponen utama kendaraan elektrifikasi yang sesuai kondisi di Indonesia dengan mempertimbangkan keunggulan dan tantangan dari masing-masing teknologi," tulis Toyota dalam keterangan tertulis kepada media di Jakarta.

Sebelumnya, Toyota mendukung aktivitas "Riset dan Studi Komprehensif Kendaraan Elektrifikasi” bersama enam universitas di Indonesia yang diprakarsai oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi. Dalam aktivitas tersebut, Toyota menyediakan alat riset, berupa 18 unit mobil, terdiri atas enam Prius HEV, enam Prius PHEV, dan enam Corolla mesin bakar internal), serta data loggers, peralatan pengisian daya dan asistensi teknikal.

Toyota memandang Indonesia merupakan salah satu basis produksi dan ekspor kendaraan serta komponen penting di Asia Pasifik. Toyota dan perusahaan grupnya di Indonesia memproduksi kendaraan dengan kandungan lokal tinggi di level 75 persen hingga 95 persen.

Toyota mengekspor produk-produk otomotif berupa kendaraan utuh (Completely Built-Up – CBU), kendaraan terurai (Completely Knock Down – CKD), mesin bensin dan etanol, komponen, serta alat bantu produksi ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, Pasifik, dan Timur Tegah.

Produksi lokal dan ekspor berkontribusi pada neraca perdagangan yang positif serta mendukung perkembangan industri dan ekonomi.

Sumber : otomotif.okezone.com

viewed :: 126
Berita Terkait Lainnya :