25 Februari 2020
SPORTS MOBIL

Profil Hermann Tilke, Arsitek Sirkuit Formula E Jakarta Di Monas


POLEMIK soal desain Sirkuit Formula E (FE) Jakarta di kawasan Monumen Nasional (Monas) menuai kontroversi. Sebab, terjadi silang pendapat mengenai status Monas sebagai cagar budaya yang tidak boleh diutak-atik. Kontroversi itu lantas menyeret nama seorang Hermann Tilke.

Lelaki berkebangsaan Jerman itu disebut-sebagai sebagai orang yang mengusulkan desain sirkuit di kawasan Monas untuk E-Prix Jakarta 2020, 6 Juni mendatang. Hermann Tilke sendiri bukan nama yang asing di kalangan pecinta dunia balap khususnya Formula One (F1).


Pria kelahiran Olpe, 31 Desember 1954, itu merupakan arsitek sirkuit kepercayaan Federasi Balap Mobil Internasional (FIA). Karyanya bisa dilihat pada sejumlah lintasan, seperti Sirkuit Internasional Sepang di Malaysia, Sirkuit Jalan Raya Marina Bary di Singapura, dan Sirkuit Internasional Shanghai di China.

Hermann Tilke memang tidak jauh-jauh dari dunia balap. Ia sempat mengaspal di beberapa ajang balap, terutama touring dan endurance di Jerman. Sebagian besar karier balapnya dihabiskan di Sirkuit Nordschleife (sekarang Nurburgring).

Setelah menyelesaikan pendidikan pada Program Teknik Sipil dengan spesialisasi Manajemen Transportasi dan Lalu Lintas di Aachen, Hermann Tilke mendirikan perusahaan sendiri pada 1984. Perusahaan itu diberi nama Tilke Engineers dan Architects yang bergerak di bidang tata kota dan bangunan lainnya.

Tilke sendiri menjadi satu dari empat arsitek kepercayaan FIA sebagai perancang lintasan balap F1. Proyek pertama Hermann Tilke pun tidak jauh-jauh dari Nordschleife, yakni memperpendek sirkuit tersebut hingga layout yang dikenal sekarang ini dan diberi nama Nurburgring.

Sukses dengan Nurburgring, Hermann Tilke lantas digandeng FIA merancang sirkuit lain, seperti renovasi Red Bull Ring, Hockenheim, Catalunya, dan Fuji. Sirkuit Sentul pun hampir mendapat polesan tangannya ketika Indonesia ingin melakukan renovasi besar-besaran, tetapi batal.

Meski sukses merancang berbagai sirkuit, lintasan-lintasan tersebut dianggap membosankan. Rancangan Sirkuit Hermann Tilke dinilai tidak kreatif karena fitur-fitur seperti tikungan banyak meniru dua kesuksesan utamanya, Sirkuit Internasional Sepang dan Shanghai.

Nama Hermann Tilke kembali dikaitkan dengan Indonesia karena dalam rancangan Sirkuit Jalan Raya Monas, tercantum logo perusahannya sebagai konsultan. Sirkuit untuk E-Prix Jakarta itu direncanakan memiliki panjang 2,7 kilometer dengan 13 tikungan.

Sumber : sports.okezone.com

viewed :: 152
Berita Terkait Lainnya :