14 Agustus 2019
TIPS MOBIL

Transmisi Oil Cooler


Transmisi otomatis bukan lagi menjadi barang eksklusif. Girboks pintar ini kini lazim menjadi penyalur daya mesin bagi sebagian besar kendaraan, termasuk kendaraan 4x4. Kinerja transmisi ini sangat tergantung kondisi oli transmisinya. Suhu oli sangat mempengaruhi kemampuan transmisi, dan juga durabilitasnya.

Jalan macet dan penggunaan ekstrem menjadi penyebab utama merangkak naiknya temperatur oli transmisi. Apabila hal tersebut terjadi, maka viskositas oli akan berkurang, sehingga kemampuannya melakukan tugas akan menurun. Pelat kopling tidak bisa ditekan dengan baik, dan menyebabkan pelat kopling slip atau malah hangus.

"Pada umumnya kendaraan matik sudah dilengkapi pendingin oli transmisi. Namun kadang pada kondisi jalanan di Indonesia, pendingin oli transmisi bawaan pabrik kurang bisa diandalkan," ungkap Bob dari JK Customz, di bilangan Ciledug, Jakarta Selatan.

"Sistem pendinginan yang dipergunakan setiap kendaraan tidaklah sama. Beberapa melibatkan pendinginan langsung oleh udara, namun ada pula yang menggunakan radiator untuk mendinginkan oil transmisi ini," sambung pria berperawakan tinggi ini. "Bahkan ada yang menggabungkan dua cara tersebut. Contohnya XJ Cherokee."

Baik transmisi dengan pendingin udara, air ataupun kombinasi keduanya memiliki benang merah. Pada dasarnya oli dari transmisi dialirkan keluar menuju media pendingin berupa oil cooler ataupun radiator. Transmission oil cooler mampu mereduksi suhu Automatic Transmision Fluid hingga 33˚C. Hanya dengan menurunkan suhu 11˚C saja, akan mampu memperpanjang usia pemakaian transmisi matic secara keseluruhan. Usia oli menjadi lebih panjang begitupun dengan internal part transmisi. Dapat dibayangkan jika unit ini tidak ada, atau kurang maksimal.

Namun karena kondisi tertentu, performa pendingin bawaan pabrik tidak dapat menanggulangi hantaman temperatur yang cukup tinggi. Jika itu terjadi, disarankan mengganti ukuran oil cooler dengan yang lebih besar, atau menambah unit oil cooler. "Memperbesar oil cooler atau menambah unit oil cooler jelas memperbesar peluang oli transmisi untuk menjadi lebih dingin," tegas Bob. "Bahkan tak haram juga untuk memasang eletrik fan tambahan di depan oil cooler," tutupnya.

Posisi oil cooler
Posisi terbaik bagi transmision oil cooler ada di bagian paling depan dari susunan unit pendingin kendaraan. Hal ini dilakukan supaya mendapatkan udara dingin terlebih dulu dibandingkan lainnya. Harapannya, temperatur oli pada transmisi lebih cepat turun.

Plus elektrik fan
Disarankan memasang kipas elektrik. Jalan macet (terutama ibukota) menghalangi udara bergerak bebas untuk mendinginkan oil cooler secara sempurna. Namun sayang sekali tidak semua kendaraan dapat dipasangi electric fan. Jumlah ruangan yang terbatas menjadi kendala. Pemasangan elektrik fan ini relatif mudah. Cara aktivasinya cukup dengan menggunakan tombol saja.

Pada beberapa merek kendaraan, proses pendinginan oli transmisi ini melibatkan radiator. Oli panas dari transmisi terlebih dulu dialirkan pada buluh pipa khusus pada radiator. Setelah melalui proses pendinginan, maka oli kembali dialirkan kembali ke transmisi. Namun khusus kendaraan yang dilengkapi oil transmission cooler, maka setelah oil transmisi yang keluar dari radiator, dimasukkan terlebih dulu pada pada oil cooler, sebelum masuk kembali ke dalam transmisi.

Ada pula beberapa merek yang tidak mengunakan radiator sebagai mitra pendingin oli transmisi. Namun langsung menggunakan oil cooler murni seperti pada JK Wrangler bermesin 3.8 liter.  (w33)

viewed :: 13912
Berita Terkait Lainnya :