17 Agustus 2019
SPORTS MOBIL

Arab Saudi Berpeluang Jadi Tuan Rumah Grand Prix F1 2021


Arab Saudi dan Formula 1 (F1) sedang mendiskusikan kemungkinan untuk menggelar Grand Prix F1 di negara tersebut pada musim F1 2021. 

Namun, sebelum menggelar balapan di Arab Saudi, para petinggi F1 dan tim peserta akan meminta jaminan terkait isu pelanggaran Hak Asasi Manusia, kesetaraan gender, kebebasan pers. 

Keinginan untuk menggelar Grand Prix di Arab Saudi, tidak terlepas dari ambisi F1 untuk mencari lebih banyak penggemar di seluruh dunia. 

Menurut Rebbeca Clancy, pengelola baru F1, yakni Liberty Media, sedang gencar menumbuhkan jumlah penggemar di Timur Tengah, untuk menjadi pasar utama. 

Kendati demikian, hal tersebut diperkirakan tak akan mudah direalisasikan, mengingat kesetraan gender dan kebebasan pers masih menjadi masalah di Timur Tengah. 

“Liberty Media, pemilik baru olahraga, sangat ingin menumbuhkan pemirsanya di Timur Tengah dan melihatnya sebagai pasar utama, tetapi setiap keputusan untuk berlomba di sana [kawasan Timur Tengah] akan mendapat kritik keras,” tulis Clancy untuk The Times. 

Sebagai contoh, Grand Prix Bahrain yang digelar pada Maret 2019 lalu, mendapat banyak kritik dari banyak kalangan. Pasalnya, gelaran itu tetap dilanjutkan di tengah kontroversi penahanan Najah Yusuf, aktivis perempuan yang menolak adanya GP Bahrain. 

“Bahrain adalah yang pertama [menggelar F1 di Timr Tengah] di tahun 2004, tetapi perlombaan ini terbukti kontroversial, dengan kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh penguasa negara menggunakannya untuk 'cuci tangan' atas kekerasan, dan meningkatkan citra mereka di luar negeri,” tulis Arab News. 

Sementara itu, jika Arab Saudi benar-benar akan menggelar Grand Prix F1, maka Timur Tengah akan memiliki 3 seri. Bahrain dan UEA lebih dulu menjadi tuan rumah Formla Satu. 

Grand Prix Bahrain digelar di Sakhir, sedangkan GP Uni Emirat Arab diselenggarakan di Yas Marina, Abu Dhabi, dengan kontrak jangka panjang. 

Menjadikan Arab Saudi sebagai salah satu seri F1, tidak terlepas dari keinginan untuk menambah jumlah seri di tahun 2021 menjadi 24 seri balapan. 

Saat ini, jumlah balapan di Formula 1 sebanyak 21 seri dan akan bertambah menjadi 22 seri di musim 2020. “Formula Satu dan tim [peserta] sedang membahas perubahan peraturan olahraga dan teknis utama dari tahun 2021 dan bos Ferrari, Mattia Binotto mengatakan di seri Hongaria pada akhir pekan bahwa [jumlah seri] bisa bertambah menjadi 24 seri,” tulis Arab News. 

Selain Arab Saudi, Formula Satu, tengah menjajaki kemungkinan untuk menggelar balapan di Amerika Serikat dan Cina. Selain itu Argentina, Afrika Selatan dan Maroko, juga disebut tertarik untuk menjadi penyelenggara Grand Prix F1.

Sumber : www.tirto.id

viewed :: 163
Berita Terkait Lainnya :