14 Agustus 2019
HEADLINE MOBIL

Bus Listrik PT MAB Resmi Dijual, PT Paiton Energy Jadi Konsumen Pertama


PT Mobil Anak Bangsa (PT MAB) sukses menjual bus listrik pertamanya di Indonesia. Hal itu ditandai dengan penandatangan Service Procurement Agreement dengan PT Paiton Energy, selaku pembeli bus listrik perdananya. 

"Penandatanganan Service Procurement Agreement hari ini dengan PT Paiton Energy merupakan momentum yang sangat baik bagi MAB, karena menunjukkan bahwa bus listrik PT MAB sudah diakui secara kualitas," kata Mayor Jenderal TNI (Purn) Leonard, Presiden Direktur PT MAB saat penandatangan Service Procurement Agreement di Jakarta. 

Dalam Service Procurement Agreement tersebut, PT MAB dan PT Paiton Energy menyepakati tiga hal. Yaitu, PT MAB menjual bis listrik 12 meter, PT MAB menjual dan meng-install charging station 120 KW, dan PT MAB akan menyediakan after sales service selama lima tahun kepada konsumennya. 

Bersamaan dengan momen itu, manajemen PT MAB juga menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Di dalam MOU ini, perusahaan memasok bis listrik maupun kendaraan listrik lainnya termasuk dalam memberikan pelayanan purnajual dan penyediaan suku cadang. 

Nota kesepakatan tersebut berlaku selama 1 tahun. "Penandatangan nota kesepahaman dengan PPD merupakan jembatan bagi PT MAB agar produknya akan dipakai oleh kendaraan transportasi massal di area Jabodetabek. Secara kesiapan untuk melakukan produksi massal kendaraan listrik, kami telah bekerja sama dengan PT Karoseri Anak Bangsa yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah dan kami sudah siap secara teknis maupun operasional untuk produksi massal," pungkas Leonard.Sementara itu, pendiri perusahaan yakni Jenderal (Purn) Moeldoko menegaskan, bus listrik produksi MAB telah lulus uji tipe regulator, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Disebutkannya, model yang dilepas kali ini adalah protipe ketiga. "Bus listrik ini sudah dimasukkan ke proses uji tipe di Kemenhub dan Kemenperin (Kementerian Perindustrian). Kami sudah siap produksi massal," kata Moeldoko.

MAB dinyatakan sudah memiliki banyak permintaan dari perusahaan swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN), baik yang ada di Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Hanya sebagai awalan, perusahaan berupaya memenuhi kebutuhan bus listrik di Jabodetabek terlebih dulu.

Sumber : autotekno.sindonews.com

viewed :: 1130
Berita Terkait Lainnya :