18 April 2019
SPORTS MOTOR

Tersungkur Di Austin, Marquez: Sulit Dimengerti


Marc Marquez sulit untuk memahami kenapa sampai bisa terjatuh di Circuit of The Americas (COTA). Pasalnya, ia merasa tak menekan hingga limit.

Tidak terkalahkan dalam enam musim terakhir pada MotoGP Amerika, bahkan berhasil pole position sebanyak tujuh kali beruntun, sang juara dunia bertahan merupakan kandidat kuat sekaligus favorit pemenang balapan di Austin.

Langsung memimpin selepas start, Marquez bahkan telah unggul hampir empat detik atas Valentino Rossi. Namun, ia malah terjatuh di Tikungan 12 pada Lap 9. Berusaha kembali ke trek, mesin motornya tak menyala, yang akhirnya harus gigit jari karena gagal finis.

“Saat balapan, saya melaju dengan kecepatan sangat baik. Saya hanya menekan di awal untuk menembus di bawah 2 menit 04 detik. Tetapi kemudian saya melihat jarak dan saya melambat ke pertengahan 2 menit 04 detik, karena bagi saya ini ritme yang baik. Saya nyaman,” tuturnya.

“Kadang-kadang itu terjadi. Inilah balapan. Kecewa, sulit dimengerti, tapi seperti inilah. Sekarang kami perlu fokus pada balapan berikutnya di Jerez.

“Namun kami hanya sembilan poin dari pemuncak klasemen, yaitu (Andrea) Dovizioso. Saya senang karena saya ada di kejuaraan.”

Didesak soal kesalahannya, Marquez menjawab: “Maksud saya, saya tidak tahu. Tentu saja itu adalah kesalahan karena Anda tidak boleh jatuh ketika memimpin 3,5 detik. Ini adalah kesalahan.

“Tetapi itu benar, kami membandingkan data, sangat sama dengan lap sebelumnya. Namun ketika Anda melaju dengan kecepatan sangat konstan, ketika Anda merasa kuat, itu bisa terjadi.”

Pengguna nomor #93 itu lalu membantah dugaan Jack Miller, yang menyebut ia menekan terlalu keras pada awal-awal lap untuk menjauh dari kejaran para rival serta ban depannya terlalu panas.

“Seperti yang saya bilang, kami sudah membandingkan pada data dan itu sangat mirip dengan lap tercepat saya dan lap lainnya. Tapi tentu saja itu adalah titik rem yang sangat panjang dan sulit untuk dimengerti beberapa kali,” ujar Marquez.

“Kesalahannya adalah saya jatuh, tetapi saya tidak melakukan sesuatu yang bodoh. Kadang-kadang saya mengatakan, 'Ok, saya sudah di atas limit’, namun saya berada di dalam limit saya. Saya melaju mulus, mencoba menyelamatkan ban depan.

“Saya tidak mendapat peringatan apapun. Saya mengendarai (motor) dengan cara yang sangat baik, kurang lebih seperti di Argentina.”

Sumber : id.motorsport.com

viewed :: 147
Berita Terkait Lainnya :