16 Maret 2019
HEADLINE MOBIL

Bukan Soal Teknologi, 14.123 Mobil Listrik Kena Recall


Produsen mobil listrik terbesar di Amerika Serikat, Tesla mengumumkan penarikan kembali mobilnya yang ada di tangan konsumen. Terjadi masalah pada mobil yang dinilai berisiko besar bagi pemiliknya, namun bukan terkait teknologi yang ada pada mobil.

Sebanyak 14.123 unit mobil listrik Model S harus melakukan kampanye perbaikan terkait adanya masalah pada airbag dibagian depan. Seluruh model yang terkena dampak recall merupakan Tesla Model S yang dipasarkan di China.

Kerusakan airbag Takata yang terdapat pada Tesla Model S tak berbeda dengan masalah yang menimpa banyak produsen mobil terutama Honda. Propelan amonium nitrat berisiko rusak yang berisiko rusak dan dapat mengakibatkan pecahan material berbahaya berhamburan.

Model yang terkena dampak tersebut merupakan mobil yang diproduksi Tesla mulai Februari 2014 hingga Desember 2016. Demikian seperti dikutip dari AFP.

Terkait masalah ini, produsen Tesla enggan berkomentar terkait kampanye perbaikan yang akan dilakukan olehnya. Tesla juga tidak mengungkap jumlah mobil listrik model S yang telah dijualnya di China.

Sebelumnya bos Tesla Elon Musk baru saja akan membuka pabrik perakitannya di China. Pembangunan pabrik baru tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 500 ribu unit per tahun, seiring dengan meningkatnya penjualan mobil listrik di negara tersebut.

 Produsen airbag Takata sendiri saat ini telah bangkrut sejak 2017, akibat permasalah produknya yang berdampak pada recall banyak merek mobil di berbagai negara.

Sumber : okezone.com/auto/

viewed :: 1103
Berita Terkait Lainnya :