12 Januari 2019
HEADLINE MOBIL

Pabrik Lithium Terbangun, Baterai Kendaraan Listrik Tak Lagi Impor


Kendaraan dinas Pemerintah nantinya merupakan hasil buatan dalam negeri. Kendaraan yang dimaksud adalah kendaraan listrik yang akan dibuat oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan berbagai perguruan tinggi.

"Jadi semua sepeda motor yang dibeli pakai APBN/APBD pakai buatan teknologi dalam negeri. Motornya juga dibuat di dalam negeri," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Nusantara III DPR RI, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Ia melanjutkan, baterai kendaraan listrik tesebut juga akan diproduksi dari dalam negeri. Pemerintah pada 11 Januari mendatang akan memulai groundbreaking pabrik baterai lithium di Morowali, Sulawesi Tengah.

"Jadi nanti kita mau pesan baterainya sepeda motor, tinggal mau berapa banyak, tadi kita diskusi, nanti mau lapor ke atas. Kalau bisa semua motor yang pakai APBN/APBD pakai baterai dalam negeri, jadi kan jalan listrik itu," ucapnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyambut baik inovasi teknologi sepeda motor karya anak bangsa, Gesits. Jokowi mengaku bangga dengan produksi motor nasional dan memastikan akan menjadi pembeli pertama dengan memborong 100 unit.

Dia pun berkesempatan mencoba sepeda motor listrik tersebut dengan dibawa berkeliling Istana Merdeka, Jakarta. Menurut Jokowi, motor Gesits merupakan salah satu kendaraan ramah lingkungan.

Menurut Luhut, kendaraan motor listrik tersebut masih memakai baterai teknologi lama. Selain itu, baterai tersebut perlu didatangkan dari luar negeri. Sementara, baterai yang akan diproduksi sendiri lebih canggih dengan biaya yang lebih murah.

"Sekarang kan masih pakai bataeri yang lama, boleh. Tapi kan dalam dua tahun ini udah bangun, selesai. Nanti kita lihat, kalau pakai teknologi ini pasti cost-nya lebih murah, lebih ringan," kata dia.

Dengan demikian, jika kendaraan beserta bahan bakar sudah dapat diproduksi dalam negeri maka industri kendaraan listrik akan meluas sehingga memungkinkan Indonesia untuk merambah pasar internasional.

"Nah kalau sudah pakai (motor) APBN/APBD, pasti industrinya jalan, meluas. Jadi keluar juga akan main. Jadi industri motor kita tidak akan dikuasai luar lagi," tuturnya.

Sumber : www.inews.id

viewed :: 1111
Berita Terkait Lainnya :