21 Oktober 2018
HEADLINE MOBIL

Penerapan Euro 4 Hanya Untuk Industri, Konsumen Tak Perlu Risau


Awal Oktober ini menjadi ‘gong’ dimulainya penerapan standar Euro 4 untuk kendaraan roda empat di Tanah Air, seperti yang tertera dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No.P. 20 Tahun 2017.

Dalam isinya tertuang bahwa baku mutu emisi gas buang standar tersebut hanya berlaku untuk kendaraan roda empat atau lebih dengan ‘status’ benar-benar gres. Sementara untuk kendaraan yang sudah ada di tangan konsumen atau mobil lama tidak berlaku.

Dengan begitu, peraturan ini hanya difokuskan untuk pelaku industri, dalam hal ini adalah pihak pabrikan mobil dan bukan diarahkan pada konsumen. Peraturan Menteri LHK ini sama sekali tidak menyinggung soal ambang batas emisi bagi kendaraan yang sudah diproduksi atau dibeli konsumen sebelum aturan ini efektif diberlakukan.

Atas dasar ini, PT Toyota Astra Motor mengimbau kepada konsumen pemilik mobil Toyota untuk tidak khawatir akan hal tersebut. Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto, dengan tegas mengatakan bahwa peraturan ini hanya ditujukan terhadap pelaku industri.

Dengan kata lain, lanjut Soerjo, di aturan itu tak ada satu kalimatpun yang menyebut ambang batas emisi gas buang bagi mobil-mobil tipe lama yang diproduksi. Apalagi yang telah dibeli oleh konsumen.

“Artinya, peraturan menteri ini hanya menegaskan pada kewajiban bagi pelaku industri, bukan untuk konsumen. Sehingga, mereka tidak perlu khawatir,” kata Soerjo, dalam keterangan tertulisnya.

Disisi lain, sebagai pihak agen pemegang merek, TAM memastikan akan memenuhi ketentuan tersebut di waktu yang ditentukan oleh Pemerintah. Semua emisi kendaraan baru Toyota yang dijual di setiap dealer, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun luar negeri, dipastikan sudah memenuhi sudah standar Euro 4.

Bila pemilik Toyota ingin menyesuaikan atau memodifikasi mesin mobilnya sesuai standar Euro 4, bisa dilakukan dengan melakukan penggantian dan penambahan sejumlah komponen, salah satunya adalah converter.

Terkait penggunaan bahan bakar Euro 4 pada mesin mobil yang belum ‘berisi’ standar tersebut, Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juga pengamat otomotif, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengklaim justru semakin baik.

Dari sisi performa kendaraan, lanjutnya akan lebih baik dimana proses pembakaran menjadi lebih baik karena oktan bahan bakar Euro 4 lebih tinggi dan sulfurnya lebih rendah sehingga emisinya juga rendah.

Oleh karena itu, kata dia, pemilik mobil lama yang beredar selama ini dengan standar Euro 2 tidak perlu melakukan modifikasi mesinnya. Selain tidak terkena aturan emisi yang baru, modifikasi pada mesin itu agar sesuai standar Euro 4 tidak akan mempengaruhi performa kendaraan.

“Artinya bagi masyarakat yang selama ini memiliki kendaraan dengan standar Euro 2 tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan modifikasi. Apalagi terhadap performa kendaraan juga tidak ada pengaruhnya,” tambah Tri.

Seiring akan diberlakukannya peraturan itu, Pemerintah juga meminta kepada Pertamina untuk untuk menyediakan BBM dengan kadar oktan (RON) di atas 92. Sebab, hanya BBM jenis inilah yang bisa digunakan oleh kendaraan dengan mesin berstandar Euro 4.

Untuk mendukung efektivitas pencapaian penurunan emisi gas buang, secara bertahap Pertamina diminta untuk mengurangi pasokan BBM dengan RON di bawah 92.

“Jika nanti BBM yang didistribusikan Pertamina di atas RON 92, kendaraan lama juga bisa langsung menggunakannya. Malah kinerja mesin akan lebih baik, karena proses pembakaran dengan bahan bakar beroktan tinggi akan berjalan lebih sempurna atau maksimal,” sebut Pertamina dalam rilisnya.

Sebagai informasi, peraturan Menteri LHK No.P. 20 Tahun 2017 sudah dikeluarkan sejak Maret 2017. Namun karena untuk pelaksanaannya pabrikan kendaraan memerlukan waktu penyesuaian pada proses produksi kendaraan, Pemerintah memberikan tenggang waktu.

Untuk kendaraan dengan mesin berbahan bakar bensin, tenggang waktu yang diberikan adalah 1 tahun enam bulan, terhitung sejak peraturan dikeluarkan, dengan demikian untuk kendaraan jenis bensin aturan mainnya sudah efektif diberlakukan pada Oktober mendatang.

Sedangkan untuk kendaraan dengan bahan bakar diesel, tenggang waktu yang diberikan selama 4 tahun sehingga aturan baru ini berlaku efektif pada 2021 mendatang.

Sumber : dapurpacu.id

viewed :: 1118
Berita Terkait Lainnya :