15 September 2018
HEADLINE pilih kategori

Taksi Ini Bisa Terbang Vertikal, Adopsi Teknologi Formula 1


Semakin banyak saja perusahaan yang bermain di segmen mobil terbang. Kini mantan pemilik tim Formula 1 Manor, Stephen Fitzpatrick, ikut bersaing di bisnis transportasi masa depan ini.

Fitzpatrick, yang merupakan pebisnis di industri energi dan juga mantan pemilik tim Formula 1 Manor, mengatakan dirinya ingin menerapkan teknologi yang dikuasainya di Formula 1 ke mobil terbang yang tengah dikembangkannya.

Untuk mobil terbang buatannya ini, Fitzpatrick menerapkan teknologi electric Vertical Take Off and Landing aircraft (eVTOL), yakni teknologi yang membuat kendaraan bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal, sehingga tak membutuhkan landasan panjang untuk mengoperasikan mobil terbang ini.

Mobil terbang yang dikembangkan di bawah bendera Vertical Aerospace ini bukan untuk kendaraan pribadi, melainkan sebagai taksi terbang untuk melayani rute jarak pendek dan juga penerbangan antarkota, dengan membawa beberapa penumpang sekaligus.

Menurut Fitzpatrick, taksi terbang ini diperkirakan mulai dipasarkan dalam empat tahun ke depan. Ia menceritakan pengalamannya ketika masih mengelola tim Manor. Saat itu ia sadar bahwa banyak teknologi mobil balap diterapkan pada pesawat, seperti baterai listrik berdaya tinggi, mesin hybrid, material ringan dan aerodinamika dan sebagainya.

“Teknologi yang kami gunakan di Formula 1 memiliki spesifikasi terlalu tinggi untuk diterapkan pada mobil jalan raya,” kata Fitzpatrick. “Apa yang Anda dapat dari mesin F1 adalah densitas tenaganya yang lebih besar per kilo dibandingkan turbin jet.”

Sejak 2016, Vertical Aerospace telah merekrut 28 mantan ahli penerbangan dan teknis dari sejumlah perusahaan penerbangan, seperti Airbus, Boeing, Rolls-Royce, Martin Jetpack dan GE.

Tak seperti kebanyakan proyek mobil terbang lainnya, Vertical yakin pihaknya dapat memenuhi semua peraturan dan regulasi tentang keselamatan terkait dengan rencana meluncurkan taksi terbang.

“Kami berinvestasi di semua evolusi teknologi yang diterapkan pada industri penerbangan, tapi kami mencoba menerapkannya pada kendaraan yang bisa dinikmati di dunia nyata,” tambah pendiri dan CEO Vertical Aerospace itu.

Perusahaan tersebut tengah membidik beberapa dari rute penerbangan tersibuk di dunia yang mengandalkan pesawat yang tak membutuhkan landas pacu dan yang dapat menempuh jarak hingga 800 km.

Serangkaian ujicoba sudah dilakukan dengan menggunakan kendaraan penumpang yang dilengkapi empat rotor. Vertical juga mempertimbangkan untuk memperkenalkan elemen-elemen penerbangan otonom, meningkatkan daya jelajah dan memperluas rute penerbangan charter. 

Sumber : dapurpacu.id

viewed :: 125
Berita Terkait Lainnya :