14 September 2018
HEADLINE MOBIL

Nissan, Honda, Toyota Pun Takluk Lawan Geely Di China


Geely Automobile Holdings Ltd. berhasil melampaui tiga raksasa otomotif Jepang untuk merebut posisi ketiga terbesar di pasar mobil China dengan lonjakan penjualan signifikan.

Selama enam bulan hingga Juni 2018, Geely mencatat lompatan penjualan sebesar 54 persen, sehingga diyakini mampu mencapai target penjualan tahun ini sebesar 1,58 juta unit. Geely saat ini hanya tertinggal dari Volkswagen AG dan General Motors Co. di negerinya sendiri, setelah berhasil mengungguli Nissan Motor Co., Honda Motor Co. dan Toyota Motor Corp. pada semester pertama tahun ini.

Dikendalikan miliuner Li Shufu, Geely muncul sebagai salah satu pabrikan mobil China untuk mendominasi industri otomotif Negeri Tirai Bambu yang kini tengah gencar menerapkan beragam teknologi baru, seperti elektrifikasi dan otomasi kendaraan.

Untuk menguasai pasar China, Geely terus berekspansi, seperti menawarkan produk kendaraan dengan merek Lynk & Co. yang digarap bareng dengan Volvo Car Group, pabrikan mobil Swedia yang diakusisi Zhejiang Geely Holding Group Co. pada 2010.

Di pasar China, perusahaan yang tercatat di bursa saham Hong Kong ini mencatat kenaikan pangsa pasar menjadi 6,4 persen pada semester pertama 2018, naik dari 5 persen pada 2017. Pada periode tersebut, Geely menjual sebanyak 766.630 unit kendaraan, mengalahkan Nissan yang mencapai 720.447. Pada 2017, Geely melego 1,25 juta kendaraan.

Tak hanya di pasar domestik, Li juga aktif berekspansi ke luar China untuk mengukuhkan eksistensinya. Setelah membeli Volvo Cars dari Ford Motor Co., Li kemudian menambah kepemilikan saham di Lotus Cars dan Proton Holdings Bhd. Pada Februari lalu, Li membeli 9,7 persen saham di Daimler AG, menjadikannya sebagai pemegang saham terbesar di induk perusahaan pembuat mobil Mercedes-Benz.

Geely tak lama lagi akan memasarkan mobil dengan merek Lynk & Co di Eropa. targetnya sebelum 2020 mobil bermerek Lynk & Co sudah mengaspal di Benua Biru, demikian penjelasan Chief Executive Officer Gui Shengyue di Hong Kong, Rabu (22/8).

Meski pemangkasan subsidi untuk mobil listrik dan perang tarif antara China dengan AS akan membebani penjualan mobil pada semester kedua tahun ini, tapi Geely akan membangun momentum kebangkitan pada semester pertama ini untuk terus bergerak maju. Kabar itu pun berimbas pada naiknya harga saham Geely sebesar 1 persen menjadi HK$16,54 di bursa Hong Kong, Rabu, seperti dikutip dari Bloomberg.

Adapun penjualan mobil di China mengalami penurunan dalam dua bulan berturut-turut pada Juli seiring dengan melambatnya perekonomian negeri itu dan juga dampak dari perang dagang dengan AS. Penjualan retail mobil penumpang, SUV dan MPV turun 5,4 persen menjadi 1,6 juta unit pada Juli. Penurunan itu lebih dalam dibandingkan dengan Juni yang turun 3,7 persen.

Namun demikian, Geely berhasil mencatat performa lebih baik dibandingkan industri otomotif secara umum, yakni membukukan kenaikan penjualan sebesar 43 persen pada periode tujuh bulan pertama tahun ini.

Laba bersih Geely tumbuh menjadi 6,67 miliar yuan ($975 juta) dari 4,34 miliar yuan pada tahun lalu. Untuk pendapatan melonjak 36 persen menjadi 53,7 miliar yuan. 

Sumber : dapurpacu.id

viewed :: 129
Berita Terkait Lainnya :