11 Juli 2018
SPORTS MOBIL

Mobil Sering Mogok, Formula 2 Ubah Aturan Start Balapan


Balapan-balapan Formula 2 di Red Bull Ring dan Silverstone akan memakai rolling start di belakang safety car untuk menghindari masalah kopling mobil yang kerap menyulitkan para pebalap.

Setelah lima ronde F2 2018 yang masing-masing memiliki dua balapan, masalah mobil mogok sering muncul baik jelang formation lap ataupun start balapan.

Para pebalap melaporkan bahwa kendali kopling sulit digunakan karena memiliki jarak yang kecil untuk mencapai titik gigitan (biting point) yang tepat untuk membuat mobil meluncur secara efektif.

Data tambahan juga telah dianalisis oleh FIA dari sesi latihan Jumat pagi di mana setiap pengemudi diberi dua jatah latihan start. Waktu itu, Nicholas Latifi dan Louis Deletraz mengalami stall.

F2 kemudian memberikan pernyataan: “Menyusul masalah-masalah yang dialami di starting grid Le Castellet ketika beberapa mobil mogok saat start, modifikasi diterapkan pada prosedur start untuk akhir pekan ini di Spielberg.

“Sebuah sesi latihan start telah ditambahkan pada akhir latihan bebas di mana data tersebut dianalisis.

“Panitia Formula 2 kemudian memberi FIA data dan kesimpulan ini untuk menilai cara yang tepat untuk ke depannya.

"Karena musim F2 2018 saat ini berada di tengah-tengah tiga ronde beruntun (triple-header) di mana membuat perubahan yang divalidasi menjadi sulit, FIA telah memutuskan bahwa untuk alasan keselamatan, putaran formasi Formula 2 untuk ronde enam dan tujuh di Spielberg dan Silverstone akan dimulai di belakang safety car dan mengikuti prosedur yang diatur dalam Pasal 39.16 regulasi olahraga F2.

“Safety car akan memimpin grid di awal lap formasi, menyelesaikan satu lap, dan kembali ke jalur pit.

“Pada lap tersebut, tim akan diberitahu bahwa akan ada rolling start dan 'RS' akan ditampilkan pada panel lampu trek.

“Pada titik ini, lampu-lampu pada Safety Car akan padam dan pemimpin dapat menentukan kecepatannya. Balapan akan dimulai ketika mobil pertama melintasi garis.”

CEO F2, Bruno Michel, menambahkan: “Ini bukan situasi yang ideal, tetapi keselamatan pengemudi adalah prioritas utama.

“Karena kami tidak punya waktu untuk menguji dan benar-benar memvalidasi perbaikan permanen untuk masalah start, apa yang telah diputuskan oleh FIA adalah keputusan yang paling aman.

"Ini juga akan memberi kami cukup waktu untuk bekerja pada solusi dari masalah tersebut serta kembali ke situasi yang aman dan normal untuk Budapest hingga sisa musim ini."

Sumber : id.motorsport.com

viewed :: 160
Berita Terkait Lainnya :