15 Juni 2018
HEADLINE MOBIL

Produsen Truk Mengaku Siap Dengan Euro 4


PT Krama Yudha tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor resmi Mitsubishi Fuso truk dan bus  mengaku siap dengan regulasi Euro 4 untuk mesin diesel di Indonesia.

Regulasi emisi Euro4 melalui Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 20/Setjen/Kum.1/3/2017 yang sudah diterbitkan pada 10 Maret 2017, di mana efektif berlaku untuk mesin berbahan bakar diesel pada 2021.

"Insya allah kami siap, kalau 2021 kan kendaraan niaga. Kami sudah siapkan proses untuk mengadopsi Euro 4. Jadi begitu Euro 4, kami tinggal penyesuaian sedikit," kata Direktur Penjualan dan Pemasaran KTB Duljatmono di Jakarta akhir pekan lalu.

Menurut Duljatmono mesin berstandar Euro 4 akan diproduksi di pabrik KTB yang selama ini memproduksi truk dan bus Mitsubishi Fuso. Ia pun berharap meningkatnya perekonomian dalam negeri meningkatkan permintaan truk dengan standar gas buang Euro 4.

Kendati demikian ia belum bia mengungkapkan berapa kapasitas produksi mesin Euro 4 lantaran masih mempertimbangkan nilai investasi di Indonesia.

"Tapi kalau untuk produksinya saya tidak tahu persis. Tapi kalau penambahan saya rasa ada (volume produksi). Bagaimana detilnya tapi saya kurang tahu," ungkapnya.

Senada dengan Mitsubishi Fuso. PT Tata Motors Distribusi Indonesia, distributor mobil komersial Tata Motors di Tanah Air meyakini masa transisi dari Euro 2 ke Euro 4 bukan perkara susah.

Dijelaskan Direktur Marketing PT TDMI Pankaj Jain bahwa pihaknya sudah sangat berpengalaman memproduksi kendaraan komersial ringan dan berat dengan standar emisi Euro 4.

"Di India, mobil-mobil produksi Tata Motor telah mengadopsi mesin Euro 4. Di Indonesia kami cukup mengikuti saja dan tidak sulit dengan masa peralihan ke mesin yang lebih hijau lagi. Kami sudah berpengalaman," jelas Pankaj Jain beberapa waktu lalu kepada CNNIndonesia.com.

Dikatakan Pankaj begitu regulasi efektif berlaku pada 2021, TDMI cukup menyesuaikan dan memproduksi truk sudah menggunakan standar Euro 4 dengan teknologi common-rail.

Manajer Komunikasi TMDI Kiki Fajar mengatakan Indonesia adalah pasar penting bagi Tata Motors. Selama lima tahun hadir di Indonesia, kendaraan asal India cukup digemari konsumen di Indonesia.

"Kami sudah lima tahun hadir di Indonesia. Penjualan kami terus berkembang dari tahun ke tahun, ini menandakan kendaraan produksi Tata Motor dibutuhkan konsumen di dalam negeri," ucap Kiki.

Data TDMI yang diterima CNNIndonesia.com, penjualan retail pada tahun pertama fiscal year TDMI 2013-2014 cuma 44 unit, 2014-2015 795 unit, 2015-2016 1.114 unit, 2016-2017 1.098 unit, 2017-2018 1.008 unit dan 2018-2019 102 unit.

Pencapaian Tata Motors Ltd di Indonesia cukup baik dan terakhir yaitu kesepakatan MoU kerjasama bisnis kendaraan pertahanan dan militer dengan PT Pindad. Perusahaan pelat merah itu telah menjalin kerjasama dengan perusahaan otomotif Tata Motors untuk memproduksi kendaraan militer, salah satunya water canon. 

Sumber : www.cnnindonesia.com

viewed :: 128
Berita Terkait Lainnya :