14 Juni 2018
SPORTS MOBIL

Bos Formula 1 Bicara Ekspansi Ke Asia


Motorsport.com mendapat kesempatan mewawancarai CEO Formula 1, Chase Carey, membahas rencana ekspansi ke Asia.

Formula 1 telah kehilangan GP Malaysia yang menggelar balapan F1 terakhir mereka pada musim 2017. Vietnam kemudian digadang-gadang bisa menjadi lokasi baru untuk gelaran ajang "jet darat" di Asia Tenggara selain Singapura.

Bos F1, Chase Carey, telah beberapa kali berkata bahwa ia ingin mencari tempat yang ikonis untuk memaksimalkan potensi pengunjung yang datang. Menurutnya, Vietnam merupakan salah satu tempat yang sesuai dengan kriteria tersebut.

Carey juga membahas rencana ekspansi ke Asia, khususnya di Tiongkok yang menjadi salah satu pasar terbesar untuk masa depan F1. Berikut petikan wawancara eksklusif Motorsport.com yang dilakukan di sela-sela acara FIA Sports Conference 2018 di Manila, Filipina.

MOTORSPORT.COM: Bagaimana posisi Asia dalam strategi pengembangan Formula 1?
"Tentu saja Asia adalah kawasan penting di dunia. Banyak orang melihat Asia sebagai kawasan berkembang di dunia untuk abad mendatang. Kami sudah lama di sini, dan berpikir bahwa Asia punya banyak ruang untuk berkembang, dan menyimpan banyak penggemar yang belum pernah kami jangkau. Jadi Asia adalah kawasan yang sangat penting, dan kami terus berusaha mengembangkan olahraga ini ke seluruh dunia."

MOTORSPORT.COM: Bagaimana tanggapan dari acara eksibisi di Vietnam?
"Jelas Vietnam menjadi salah satu negara yang terus berkembang dan semakin menarik untuk bisnis turisme. Kami ingin menyebutnya sebagai kota tujuan, atau negara tujuan, tempat-tempat yang bisa menggugah imajinasi masyarakat dunia. Dan Vietnam merupakan salah satu tempatnya."

MOTORSPORT.COM: Anda menyebut Tiongkok dan AS sebagai pasar yang besar. Apa-apa saja pendekatan yang telah Anda lakukan dengan Tiongkok?
"Tiongkok dan AS tentu saja adalah [dua] ekonomi terbesar di dunia. Keduanya merupakan kawasan yang sedang kami jajaki terkait potensinya untuk olahraga ini. Menurut saya pengembangan di Tiongkok akan berbeda dibandingkan di AS. Saya pikir untuk Tiongkok kami akan mencari mitra lokal yang bisa diajak untuk kerja sama dan memandu kami di pasar tersebut. Kami ingin menjangkau para penggemar yang belum bisa merasakan interaksi dari kami."

MOTORSPORT.COM: Ada potensi grand prix kedua di Tiongkok?
"Ya tentu saja. Kami juga berharap bisa menggelar grand prix kedua di AS. Jadi negara yang memiliki ukuran dan skala besar seperti itu menjadi penting. Kami ingin memastikan bahwa setiap event bisa tampil sekuat mungkin. Jadi kami mementingkan kualitas ketimbang kuantitas. Kami ingin memastikan bahwa setiap 21 balapan yang ada di dalam kalender tahun ini memenuhi potensi maksimal mereka.

MOTORSPORT.COM: Jadi Anda berkomitmen mengembangkan F1 di Asia?
"Asia adalah masa depan. Satu setengah tahun yang lalu, kami belum punya organisasi yang mampu untuk menjangkau dan berhubungan dengan mereka. Seperti yang saya bilang, ini masih awal. Tapi sungguh hal yang penting untuk bisa menjangkau semua orang di sini. Fondasinya dimulai dari sini. Saya telah bicara tentang F3/F2/F1, tapi kita harus memulai interaksinya sejak awal.

"Kami tidak bisa mengerjakan hal itu sendirian. Kami bisa membantu dengan peralatan, energi, dan pemikiran. Ini telah bekerja dengan baik bersama FIA. Mereka telah memberikan dukungan terhadap inisiatif yang kami lakukan sejak tahun lalu.

"Tapi pada akhirnya, adalah orang-orang di sini yang punya pemahaman tentang pasar lokal. Begitu juga dengan promotor. Kami membutuhkan mitra yang paham dengan pasar lokal."

Sumber : id.motorsport.com

viewed :: 168
Berita Terkait Lainnya :