04 November 2017
GARASI MOBIL

Mobil Murah Suzuki Terlihat Mentereng Di Tokyo


Bicara Karimun WagonR di Indonesia, tentu identik dengan status mobil murah (low cost and green car/LCGC), program buatan pemerintah. Namanya LCGC, konotasinya adalah model standar, harga yang murah, dan minim fitur. Tetapi, coba simak WagonR yang dipasarkan di Jepang, mampu tampil mentereng sebagai salah satu peserta pameran Suzuki di Tokyo Motor Show 2017.

Di Jepang, WagonR juga berstatus sebagai mobil murah. Namun, berbeda konsep murahnya, sama-sama merupakan program khusus dari pemerintah, ditawarkan pajak murah, dengan nama Kei Car, tetapi lebih cocok disebut mobil ringan. Konsepnya lebih kepada mobil yang hemat bahan bakar, berkapasitas mesin 600 cc, punya bobot ringan (salah satu pajak kendaraan di Jepang menghitung bobot kendaraan), tetapi juga wajib aman dalam hal kelengkapan fitur.

Jadi meskipun berstastus mobil ringan, fiturnya segudang, seperti mobil premium yang dipasarkan di Indonesia.

Suzuki membekali Wagon R dengan mesin R06A, 660 cc, dengan teknologi hibrida ringan, berjuluk Ene-Charge dan sistem pendingin ruangan yang hemat tenaga. Mengombinasikan mesin konvensional dengan motor listrik dan baterai lithium, Ene-Charge mampu memberikan dorongan tenaga atau memasok kebutuhan komponen elektronik, juga termasuk sistem penyimpanan listrik regeneratif, ketika mengerem.

Pilihan transmisi tersedia manual lima percepatan atau CVT. Singkat kata, teknologi ini membuat WagonR punya rata-rata konsumsi bahan bakar cukup irit, 28,8 kpl.

Bicara tampang, WagonR di Jepang juga jauh dari kata murah. Kesannya malah lumayan berkelas, meskipun tetap boxy bentuk bodinya. Interiornya juga mewah, meski tetap sederhana. Tuas transmisi di dasbor, panel cluster berisi beragam informasi kendaraan ada di bagian tengah konsol, mirip Vios atau lawas.

Bayangkan kalau desain seperti ini diaplikasi buat Karimun WagonR di Indonesia. Kira-kira, konsumen masih tertarik untuk membeli tidak?

viewed :: 15
Berita Terkait Lainnya :