11 Juni 2019
SHOWROOM MOBIL

Mazda2 Type-R 2010, Fast Pinky.


Mobil harian untuk ke kantor tak melulu harus berkonotasi kalem. Apalagi kalau pemiliknya seorang wanita. Unsur beraksen elegan apalagi berbau-bau girly sebaiknya dibuang jauh-jauh untuk Mazda2 Type-R milik Agnes Fera.

TURBOCHARGER
Sedan hatchback yang dibeli anyar 2 tahun lalu cepat membuatnya bosan meski varian yang dipilih merupakan tipe mobil yang sudah dilengkapi aksesori sporty. "Enaknya sih dibuat kencang biar mendukung tampilan Type-R," bisiknya.

Akhirnya diputuskan untuk menambahkan rumah keong alias turbocharger. "Namun bukan perkara mudah untuk menentukan bengkel yang piawai," cetusnya lagi. Untunglah Agnes diajak seorang teman ke bengkel M-Tuning di bilangan Pondok Cabe, Jaksel.

Mesin MZR berkapasitas 1.500 cc jenis DOHC ini akhirnya digarap dengan proses awal pembuatan exhaust manifold custom sebagai rumah untuk menempel turbocharger Garret GT20.






Belum lagi, Michael selaku juragan M-Tuning harus memperhitungkan external waste gate berdimensi cukup besar. Kelar dengan dudukan turbocharger, berlanjut dengan pembuatan piping bermaterial stainless steel. Masalahnya, ruang mesin Mazda2 sangat terbatas.

Sehingga diperlukan perhitungan matang untuk mendesain piping dan dudukan turbo intercooler yang ideal. Bisa terlihat open air filter merek JFC yang terlihat nyempil di balik blok mesin atau blow-off valve HKS yang nyembul dekat aki.

Tak seperti kebanyakan mobil yang bisa menempatkan air filter model pod dengan leluasa. Termasuk saat Michael harus mencari posisi intercooler buatan GSP yang pas di balik bumper depan.

Selesai dengan instalasi hardware turbo, Michael melanjutkan dengan penambahan extra injector yang dipasang persis setelah throttle body standar pabrik. Injector yang ditanam pada sebuah pelat adaptor aluminium tebal ini untuk menambah konsumsi alias debit bahan bakar saat mendapat boost 0,5 bar.






Selesai sudah tugas Mike, panggilan akrabnya, seputar instalasi turbo saat mobil berkelir hijau metalik..oopps..sorry, maksudnya berstiker pink ini sudah bisa tembus 180 whp di atas dynobench.

Sekarang tinggal Agnes membenahi kaki-kaki. Pelek BBS RF5000 berdiameter 17 inci terlihat pas dibalik sepatbor lantaran suspensi sudah diganti pakai coil over shock Tanabe Sustec-Pro pada keempat roda.

Kabin penumpang pun tak ketinggalan didandani. Namanya juga cewek. Lihat saja perpaduan ngejreng antara pink dan zebra skin pada bagian center console. Siapa pun dijamin 'Enggak kuku' melihatnya.

Namun Agnes pandai meramu unsur sport di dalam kabin tadi dengan memasangkan sepasang bucket seat balap keluaran Bride carbon fibre berkelir merah. [w33]

viewed :: 12458
Berita Terkait Lainnya :