14 Maret 2018
SHOWROOM MOBIL

Modifikasi Jeep XJ Cherokee - Selingkuh Membawa Nikmat


Buat pria yang akrab disapa Jeeh ini, kendaraan 4x4, jelas harus pakai buatan Amerika. Kendaraan untuk off-road baginya adalah Jeep. Ibarat sudah jadi istri kedua dalam hidupnya. Lihat saja panggilannya sehari-hari, sebutan Jeeh sangat identik bukan dengan kendaraan off-road asal Amerika, yaitu Jeep.

Pilihan tunggangannya untuk off-road adalah Jeep Cherokee. Menurut pria yang enggan diungkap jati dirinya ini, Cherokee paling enak dipakai off-road, karena karakter kendaraannya yang agresif. Kebetulan Jeeh dalam berkendara juga agresif, jadilah dua sejoli yang serasi.

Cintanya pada Cherokee semakin menggebu, Jeeh pun merasa tampilan Cherokee varian Country punya wajah paling 'tampan'. "Biar makin lengket ama si Cherokee, akhirnya saya berburu half-cut kepala Cherokee Country," tutur Jeeh. Dengan begini, sekali gayung dua tiga pulau terlampaui. Alias dapat mesin, gardan, lampu dan dashboard dari Cherokee Country.

Cukup lama Jeeh menunggangi Cherokee. Dan tunggangan ini bukan cuma pajangan dengan dandanan off-road. "Hampir setiap ada kesempatan, pasti saya pakai off-road," jelasnya. Habis, selain hobi fotografi, hobi nomor satunya ya off-road."

Malah sekarang hasil koleksi jepretan dari kameranya adalah tunggangan Cherokee-nya saat off-road.

Bisa dibilang Jeeh cukup setia dengan produk Jeep, semua part modifikasi menggunakan aftermarket dari Amerika. Dan selama dipakai, ternyata memadai untuk disiksa di trek off-road. Merasa yakin dengan ketangguhan tunggangannya, akhirnya Jeeh memutuskan berangkat ke pra-event Indonesia Off-road Expedition (IOX) di Subang, pada Oktober 2014 lalu.

"Hancur ... Baru ikutan pra-event saja, Cherokee saya sudah babak belur, kakinya rontok semua," keluhnya. Maklumlah, untuk ikut IOX, tunggangan menanggung beban jauh lebih berat ketimbang biasanya, karena membawa perbekalan untuk dua minggu beserta sparepart. Biasanya Jeeh off-road paling lama tiga hari, dengan beban ringan. Sekarang tunggangannya harus membawa beban ekstra.

"Wah, gawat nih kalau nanti IOX begini, baru tiga hari saja sudah babak belur, gimana nanti di event utamanya yang berjalan dua minggu," ketusnya. Dari sinilah di dalam hati Jeeh mulai melirik Toyota. "Ya, memang tidak bisa dipungkiri deh ... Kalau mau kuat sepertinya harus pakai Jepang," ucapnya.

Namun karena hati Jeeh masih terikat dengan Cherokee kesayangannya. Dia pun memutuskan untuk menggabungkan pilihan hati keduanya pada sang Cherokee. "Habis, mau gimana lagi, dari pada nanti saya tersiksa di hutan selama dua minggu, he he he," cengirnya.

Pulang dari pra event, tunggangannya langsung dilarikan ke bengkel Tenaga Kampung di Pasuruan, Jawa Timur. Jeep pun langsung diopname, "Bengkel ini biasa menangani kendaraan tubular kompetisi milik tim Galena (tim off-road ternama asal Jawa Timur)," ucapnya.

Perburuan gardan Toyota pun berlangsung. Agar dimensi lebar dari Cherokee tidak terlalu banyak berubah, jadi dipilihlah gardan milik Toyota Land Cruiser VX80. "Paling tidak kalau mau selingkuh dari Cherokee, harus cari yang paling mirip," tutur Jeeh.

Gardan VX80 memang paling mendekati dalam lebar sumbu. Menurut Jeeh, kalau dimensinya masih mirip, kemungkinan karakter tunggangannya lebih mirip dengan sebelumnya. Namun dengan otot yang lebih kekar. "Sebenarnya pengin pakai gardan punya Land Cruiser seri 60, namun karena pertimbangan sparepart VX80 lebih banyak, jadi diurungkan," jelasnya.

Tunggangannya pun opname hampir empat bulan, karena banyak pengerjaan lain diluar penggantian kaki-kaki. "Kelar empat hari sebelum event, mobil langsung dibawa ke rumah untuk loading, dan langsung naik towing ke Jakarta," jelasnya. Seperti sudah yakin gardan standar Toyota ini lebih kuat, Jeeh tidak mengujinya langsung. "Eh ...  kata siapa yakin, udah gak ada waktu aja buat nyobain ni mobil ... Jadi gambling aja deh, semoga aman selama event," celetuknya.

Ternyata selingkuh Jeeh membuahkan hasil. Begitu terjun langsung di event IOX 2015 yang berlangsung selama 16 hari, kendaraannya tidak mengalami masalah pada bagian kaki-kakinya. "Hari awal sih masih belum berani ngegas, tapi makin lama makin asik ngegasnya. Sekarang bawa si Cherokee bisa lebih kejam, bisa nikmatin maksimal karakter agresif si Cherokee," tutupnya.

viewed :: 11947
Berita Terkait Lainnya :