26 April 2019
SHOWROOM MOBIL

Modifikasi Land Rover Series IIA 1961 Belajar Sabar


"Ya ibaratnya harus siap menderita pakai Land Rover. Kalau hujan bocor, kepanasan, rem seadanya, dan mesin seadanya," canda Anto. Rada aneh memang kalau mendengar pendapatnya, karena Anto pengguna Land Rover cukup lama.

"Pakai Landy itu melatih kesabaran, karena kita harus terima segala macam kekurangannya," jelas Anto. "Jadi kalau sudah bisa sabar, mau off-road di trek seberat apapun bakal tenang bukan?," tambahnya. Oo, jadi ini toh alasannya ...

Saking cintanya dengan Landy, mungkin Anto salah satu pengendara Landy yang kehilangan akal. Dulu saat maraknya event Djarum Super Racing Adventure Off-road, dia satu-satunya yang pertama kali turun pakai Landy Series dengan mesin bawaan 3 metal-nya. "Namanya juga hobi bro..." cengirnya.
 
Sebelum disiksa untuk off-road, tunggangannya tertidur lama di suatu tempat. "Waktu itu ngejogrok sampai jadi kandang ayam," terang Anto. Walaupun baunya semerbak, Anto tetap memboyong ke garasinya. Lagi-lagi karena ingin belajar sabar, he he he.
 
Sejak tahun 1994, Landy ini resmi jadi miliknya. Perlahan mulai dibangun, memang butuh waktu tidak singkat untuk menghidupkan kendaraanya. "Maklum, selain malas bersihin kotoran ayam, harus nabung-nabung juga ngumpulin nyawa si Landy," ucap pria humoris ini.
 
Dua tahun Anto sempat bergelut dikompetisi off-road dengan Landy. "Akhirnya harus berhenti karena sasis si Kepiting bengkok," ucap Anto menyebutkan nama tungganganya. Lagian, untuk sekarang ini Anto sudah tidak dapat kompetitif lagi dengan tunggangan tuanya.
 
Anto pun memutuskan si Kepiting dipakai adventure off-road saja. Kebetulan saat ini ada event besar Indonesia Off-road Expedition (IOX). "Kayaknya kalau disiksa di IOX menarik juga," celetuknya. 
 
Rupanya Anto hobi menyiksa Landy ....
Kali ini dia tidak terlalu idealis untuk mempertahankan kondisi asli Landy. "Ini masalahnya beda dengan kompetisi. Kalau jebol di dalam hutan, kan urusannya bisa repot juga," canda pria berambut gondrong ini. Anto sadar kalau jantung dan kaki kendaraanya sudah terlalu tua diajak aktivitas berat.
 
Beberapa jeroan kendaraan Jepang pun dicangkokkan ke dalam tunggangannya. Untuk jantung tunggangan, Anto pilih yang berbahan bakar diesel. "Toh, mesin diesel yang dianjurkan untuk ikut di IOX, jadi ganti diesel kenapa tidak," celetuknya.
 
Kaki-kaki juga mencari tahun yang lebih muda. Kiblatnya mengarah ke Toyota, seperti kebanyakan kendaraan yang akan disiksa di trek off-road. "Gardan sengaja pilih Toyota serie 70, lantaran dimensinya paling pas untuk Landie Series," jelasnya.
 
Dengan racikan inipun, Anto akhirnya berhasil keluar dari trek IOX. "Walaupun akhirnya dapat award The Jungle Man di IOX, karena paling lama terjebak di hutan, ha ha ha," cengir Anto. "Kan, dibilang harus sabar pakai Landy," tutupnya.

Spesifikasi Teknis
Sasis : Land Rover Series IIA
Mesin : Mitsubishi Diesel 4D34T
Kapasitas : 3.900 CC
Turbo : OEM 4D34T
Gearbox : Mitsubishi Canter
Transfercase : Land Rover LT230
Gardan : Toyota Serie 70
Locker : Custom
Suspensi : 4 Link-Arm Custom
Shockbreaker : Profender Coilovershock 12"
Pelek : Toyota Bundera Custom
Ban : Simex Extreme Trekker 35"
Rollbar : 6 Titik Custom
Bumper : Custom
Toolbox : Custom
Roofrack : Custom
Snorkel : Custom
Lampu Sorot : LED 3 Row
Jok : MDS Bucket Seat
Safetybelt : Crow Enterprizes
Aki : Aki BTS
Radio Komunikasi : Icom IC2300H
GPS : Garmin Oregon 650
Winch : PTO Custom
Warn 8274

viewed :: 11841
Berita Terkait Lainnya :