15 April 2019
SHOWROOM MOBIL

Modifikasi Land Rover Series 1 107 1956 The One


Ketika mendengar Land Rover, apa yang terbesit di pikiran anda? Fantasi akan menuju pada petualangan menembus hutan yang masih perawan, misi-misi kemanusiaan, ekspedisi, aktivitas militer, safari di belantara Afrika atau kendaraan bertani. Kendaraan multifungsi bertampang kotak-kotak ini memang lahir untuk keperluan pekerjaan di areal pertanian pasca perang dunia ke-2, kemudian berkembang sebagai kendaraan sipil.

Dari semua varian Land Rover, satu yang paling diincar kolektor adalah Series 1. Inilah jip yang menjadi pemancang tonggak reputasi Landy sebagai 4x4 handal. Hingga kini, Series 1 menjadi bahan koleksi incaran penggemar Land Rover Series, di berbagai penjuru dunia.

Tentu saja, tak banyak yang memiliki Seri 1 dalam keadaan utuh. Di samping usianya yang lebih dari setengah abad, populasinya memang tak sebanyak Landy lain. Tak heran, jip ini makin sulit dicari, khususnya oleh para pemburu Seri 1. Salah satunya wiraswastawan asal Surabaya, yang bisa kita sebut sebagai seorang Series One Enthusiast. Maklum, dia memang mengumpulkan Landy Series 1.

Meski memiliki Seri 1 lainnya, Seri 1 LWB 107 pikap yang kita lihat ini, merupakan salah satu kesayangannya. "Land Rover seri 1 LWB 107 termasuk barang yang langka di Indonesia. Sampai saat ini, yang saya tahu dalam kondisi hidup dan lengkap dan mendekati original tidak lebih dari 5 unit," kata Johan Yuda Wicaksana, pemiliknya sekarang.

Dengan mengusung konsep orisinal, pria kelahiran 1974 ini berusaha mengembalikan aksesori dan spare part sesuai bawaan pabrik. "Saya senang mengembalikan kondisi kendaraan seperti aslinya. Dengan begitu, kita dapat nikmati desain dan teknologi masa itu, dengan segala kelebihan dan kekurangannya."

Kalau sudah cinta, segala kekurangan pun dijalani.

Sempat Kecolongan
Proses mendapatkannya pun punya cerita. Johan sudah mengincar Series One pikap ini selama kurang lebih setahun. Namun, tanpa sepengetahuannya, tiba-tiba Landy itu sudah berpindah tangan ke Jakarta, sedangkan pemiliknya sebelumnya berada di Jogjakarta.

Johan rada panik, dan langsung melacak. Setelah menemukan, ia pun langsung menawarnya. Toh, memang dijual oleh pemilik terbarunya, meski dengan harga yang sudah melambung. Johan yang gemar mengumpulkan diecast Land Rover langsung menebusnya tanpa pikir panjang. Toh, dia sudah kecolongan sebelumnya. "Sampai tidak bisa tidur, masih tarik ulur walau sudah deal. Pokoknya, selama Landy belum di tangan, saya masih kuatir lepas lagi."

Diperoleh dengan keadaan tak sempurna, masih dalam kondisi 'bahan', dengan cat usang dan kaca yang tidak lengkap. Ah, itu sudah risiko untuk barang selangka ini. Selain itu, salah satu kenikmatan adalah proses merestorasi, dari perburuan komponen hingga merapikan bagian yang rusak.

Salah satu tantangan adalah mesin. Ketika dulu sedang diincar, Ia melihat mesinnya sudah diganti dengan Series 3. Namun, hal tersebut tidak menggoyahkan niat untuk meminang 4x4 berbodi campuran alumunium dan magnesium ini. "Saya cari info kesana-sini, gak nemu juga yang jual mesin Seri 1. Di sela-sela perburuan, ada teman nawarin Landy Seri 2, yang saat saya cek, ternyata memakai mesin dan girboks pake Seri 1. Tanpa pikir panjang saya putuskan untuk membelinya," cetusnya dengan logat khas Surabaya.

Dua Landy itu pun akhirnya disilangkan komponennya. Sang pemilik rela mengorbankan Seri duanya untuk melengkapi kondisi Seri 1 pikap, supaya makin mendekati orisinal.

Mengingat populasi Land Rover di Indonesia tak sebanyak kendaraan buatan Amerika, sang pemilik pun cukup kesulitan berburu kelengkapannya. Sampai saat ini, pria kelahiran Malang ini masih berburu part-part yang kurang. Walau perjuangannya cukup berat, namun akhirnya proses restorasi hingga dalam kondisi yang kita lihat ini, selesai dalam satu tahun. The Seri 1 is alive!

Masih ada beberapa kekurangan yang dirasa oleh Johan, namun ia sudah menikmati buah kerja kerasnya. "Kini, menjadi salah satu kebanggaan dan kepuasan, karena bisa melengkapi varian Series 1 yang ada di rumah," senyumnya sembari menutup percakapan.

viewed :: 1749
Berita Terkait Lainnya :