05 Juli 2019
SHOWROOM MOBIL

Suzuki Jimny Sierra 1984, Hasil Kolaborasi Dua Merek


Bengkel Hasstex Motorsport di Majalaya, Jabar dikenal sebagai "peternakan' Suzuki Jimny. Maka tak salah jika Mr. X, anggap saja demikian, menyerahkan peliharaannya, Suzuki Jimny Sierra keluaran 1984 ke bengkel tersebut. "Kalau ditotal-total semua, mobil ini sudah menghabiskan kira-kira Rp 125 juta.

Angka itu masih bisa terus bertambah karena proyek belum sepenuhnya selesai," sebut Hedi Achmad Sugandi, pemilik bengkel.

Ibarat pabrik dalam skala kecil, bengkel Hasstex ini merakit ulang mobil legendaris tersebut. Bagaimana tidak, nyaris semua komponen didatangkan dalam keadaan baru. "Yang jelas, semua bodi baru.

Sebenarnya ini memudahkan kita, karena tidak lagi perlu perbaikan," tambahnya.

Wajar jika hal tersebut dilakukan oleh pemilik. Sebab, saat datang kondisi mobil dalam keadaan kronis. Gandi, panggilan pemilik bengkel memang menyarankan membeli baru komponen bodi.Supaya tetap tampil beda dibanding Sierra lainnya, bagian hardtop dimodifikasi. Order ke Hasto, jagoan fiber, dibuatlah model yang menyerupai Jeep Wrangler. Hasilnya, sang Jimny jadi terlihat lebih unik. Mengandalkan model Jeep juga terlihat pada spion serta tutup pengisian bahan bakar.



Menyentuh interior, sisi kenyamanan dan orisinalitas masih dipegang teguh. Jok depan menggunakan milik Suzuki Carribean. Sementara itu, untuk bagian belakang custom.

Dasbor pun sudah berganti baru. Pemilik mengeluarkan dana kira-kira Rp 3 juta untuk memboyongnya.

Padahal, sebenarnya dasbor lama masih bisa diperbaiki. "Kerusakan hanya di bagian kisi-kisi AC saja, yang kalau beli tidak sampai Rp 500 ribu. Tapi pemilik enggak mau repot, akhirnya beli baru," cerita Gandi.

Termasuk dalam daftar pekerjaan bengkel, yakni merapikan dan membuat gagah tampilan. Mau tak mau kaki-kaki harus digarap. Ukuran pelek dipertahankan tetap 15 inci, namun kini menggunakan keluaran Glorvic. Dibungkus karet hitam keluaran GT Radial, Savero Komodo berdimensi 31 inci.

Namun, di tengah kesempurnaan modifikasi ini, sedikit ternoda. Sang pemilik justru menempelkan emblem Jeep di kap mesin dibanding aslinya, Suzuki.

Mungkin saja sang pemilik ingin menunjukkan hasil kolaborasi Suzuki dan Jeep.

Menyentuh interior, sisi kenyamanan dan orisinalitas masih dipegang teguh. Jok depan menggunakan milik Suzuki Carribean. Sementara itu, untuk bagian belakang custom.

Dasbor pun sudah berganti baru. Pemilik mengeluarkan dana kira-kira Rp 3 juta untuk memboyongnya.

Padahal, sebenarnya dasbor lama masih bisa diperbaiki. "Kerusakan hanya di bagian kisi-kisi AC saja, yang kalau beli tidak sampai Rp 500 ribu. Tapi pemilik enggak mau repot, akhirnya beli baru," cerita Gandi.

Termasuk dalam daftar pekerjaan bengkel, yakni merapikan dan membuat gagah tampilan. Mau tak mau kaki-kaki harus digarap. Ukuran pelek dipertahankan tetap 15 inci, namun kini menggunakan keluaran Glorvic. Dibungkus karet hitam keluaran GT Radial, Savero Komodo berdimensi 31 inci.

Namun, di tengah kesempurnaan modifikasi ini, sedikit ternoda. Sang pemilik justru menempelkan emblem Jeep di kap mesin dibanding aslinya, Suzuki.

Mungkin saja sang pemilik ingin menunjukkan hasil kolaborasi Suzuki dan Jeep.     [w33]

viewed :: 13833
Berita Terkait Lainnya :