26 Mei 2020
SHOWROOM MOTOR

Simply Sinister, Bagger Bersosok Elegan


Sosok Amrianto Tarigan - wiraswastawan asal Jakarta - kalem. Bicaranya tidak pernah meledak, sederhana dan simpel. Namun untuk modifikasi sepeda motor, terbilang radikal sembari tetap mempertahankan karakter "slow" atau tidak ekstrem. Hal itu tampak pada Harley-Davidson Roadglide lansiran 2011, miliknya, kini lebih ceper karena beraliran bagger.

Karena gabungan dua karakter, Amrianto menamakan tunggangannya "Simply Sinister". Di-Indonesiakan berarti "cukup menyeramkan". Konsepnya simply bagger. Kalau biasanya model bagger dibuat segarang dan seatraktif mungkin, kali ini  elegan.

Gelap dan Terang
"Kebiasaan saya mempelajari karakter konsumen dulu. Rasanya, konsep ini cocok buat dia, mewakili karakter sopan dikombinasi watak galak khas bagger. Penggabungan dua watak yang berlawanan itu diperlihatkan melalui dua warna, gelap-terang," beber Tedja Widjaja, modifikator Imagineering Customs dari Kelapa Gading, Jakarta.

Paduan silver dan hitam cukup mencolok, mengalir dari depan sampai buritan. Tedja berusaha mendesain lebih elegan dengan motif tribal yang terlalu ekstrem. Dua warna dibatasi garis untuk memberi "jeda", bertujuan menyejukkan mata  kendati tanpa gradasi.

Model bagger didapat dari penggantian rake 45 derajat agar garpu menjorok ke depan dan setang mendekat ke tangki. Pasangannya, pelek diameter 23 inci hasil desain Paul Yaffe. Setang diganti Ballistic Cycle dengan garis tajam, dibarengi pemasangan spion dan pemutar gas dari Arlen Ness yang serasi.

Aerodinamis
Pelek belakang diganti dengan 18 inci Paul Yafee, diikuti pemasangan tangki bahan bakar merek yang sama. Jok mengikuti desain tangki yang  mengadopsi merek La Pera. Spakbor depan kustom dengan model lebih fit merangkul ban.
 
Khusus bagian belakang, spakbor dan tutup sampingnya digabung menjadi satu. Kalau dilihat dari samping, kesannya turun dari depan ke belakang. Hal itu diperoleh dari desain penyimpanan barang berbentuk jajaran genjang yang aerodinamis. Ciri khas bagger sudah didapat, tambahan aksesori.
 
"Melanjutkan penampilan yang sudah matang dengan aksesori pendukung ini, kadang-kadang susah. Kuncinya, jangan terlalu dipaksakan agar dimensinya tetap beraturan dan tak merusak konsep. Sederhana saja," celetuk Tedja.
 
Pijakan kaki (floorboard) mengadopsi Paul Yaffe dengan desain sederhana. Lampu depan, LED hitam asli Harley-Davidson. Batok kepalanya diberi tameng angin dari Sinister Industries. Terakhir, memasang silencer Performance Machine agar suara semakin empuk. Bagaimana? Apakah seseram namanya?     ..... (w33)


viewed :: 13740
Berita Terkait Lainnya :