29 Juli 2020
SHOWROOM MOBIL

Suzuki Vitara 1995, Hasil Alih Jiwa Muda


Kembali ke awal 1990-an, ketika off-road Tanah Air baru-barunya bersemi. Tidak dipungkiri, kalau kendaraan Amerika masih mendominasi tunggangan off-roader Tanah Air saat itu. Salah satunya Irawan Sidiq, off-roader senior asal Bandung, yang tergabung dalam tim off-road Maung Bandung.

"Ya kalau mobil off-road sih pride-nya pasti pakai Jeep dong, apalagi tahun itu pakai kendaraan Amerika jadi suatu kebanggaan," ucap pria yang akrab disapa Haji Iroh. Sejak awal tahun 90-an pasti banyak kegiatan off-road yang digeluti, berbagai jenis event berbau off-road pernah dicicipi. Semuanya digerungi dengan tunggangan 4x4 rancangan Amerika.

Lalu bagaimana bisa beralih dari kendaraan negeri Paman Sam, ke kendaraan Matahari Terbit? Ini karena jiwa mudanya pada masa itu, ingin mendapatkan adrenalin lebih dari hobi off-road.

Ceritanya, H Iroh merasa tidak cukup hanya ikut adventure off-road. Ia pun menjajal kompetisi untuk memicu adrenalin. Pada masa itu, kendaraan yang sanggup disiksa adalah buatan Jepang. Maka Iroh pun mulai melirik 4x4 bikinan Jepang pada masa itu. "Buat disiksa, Toyota memang jagonya," tuturnya.

Namun saat ini, senjata andalannya justru 4x4 kecil dari Suzuki. Ceritanya berawal di tahun 2001 silam, Iroh mulai menjajal Suzuki Vitara. "Ternyata pakai Vitara lebih enak, karena dimensinya yang lebih kecil dan bobotnya lebih ringan," ucapnya. Bahkan saat itu Vitara ini sempat disiksa di event Diplomat Challenge dan Java Challenge di awal tahun 2000-an.

Awalnya Vitara ini adalah kendaraan sang anak. Maklum, karena hobi off-road sudah mendarah daging sejak muda, H. Iroh pun kepingin agar hobinya turun ke sang anak. Akhirnya dia pun mencari tunggangan untuk sang buah hati. "Carinya yang kecil dan nyaman dipakai, dan harus 4x4, dan pilihannya ya Vitara ini," ucapnya.

Namun sayang, hobi sang anak lebih mengarah ke kendaraan roda dua. Alhasil sang Vitara terbengkalai. "Ya, dari pada jadi barang rongsok, mending dimanfaatkan dong," jelas ayah dua anak ini. Dari awalnya iseng dijajal off-road, eh malah keterusan sampai sekarang buat main off-road, dan akhirnya dipakai beberapa kali kompetisi off-road.

Sering 'disiksa', cerita perubahan si Vitara pun tidak sedikit. Mulai dari upgrade sistem kaki-kaki IFS (Independent Front Suspension). Dan akhirnya tidak memadai, walau sudah diganti dengan part aftermarket khusus Vitara bikinan Calmini. Sebenarnya kaki depan Calmini sudah double wishbone, pada masa itu sudah canggih dan kokoh untuk sistem IFS Vitara. "Ya, tapi jadi gak bisa kejam bawanya, maklum jiwa muda waktu itu, hehehe," candanya.

Akhirnya suspensi depan IFS tidak lagi digunakan, "Kalau tidak salah, mulai tahun 2005 pakai solid axle," jelasnya. Gantinya gardan solid milik Toyota Hilux. Sistem suspensi pun sekalian diubah menggunakan four link-arm dengan sokbreker coil over. Konsep awal, memang condong ke kompetisi off-road, sebelum akhirnya digunakan untuk off-road panjang seperti IOX sekarang ini.

Namanya kompetisi, pasti penginnya punya mesin yang bertenaga. Daripada upgrade mesin asli Vitara, yang berimbas pada durabilitas si mesin, H. Iroh pun memutuskan memasang mesin bertenaga besar. Ia pun menggunakan mesin 2700 cc V6, milik Suzuki Escudo XL7.

Sekarang off-road kompetisi memang sudah tidak dilakoni H.Iroh. "Sudah puaslah merasakan kompetisi off-road. Kalau sekarang off-road yang enjoy dan menikmati  aktifitas di dalamnya," ucapnya. Tapi tetap harus punya mainan trek yang ekstrim.

Untuk event, H.Iroh sampai saat ini tidak pernah melewatkan satu pun event IOX. Trek yang berat, butuh syarat cukup tinggi untuk kendaraan pesertanya. Untungnya Vitara milik H.Iroh sudah memenuhi syarat yang dimaksud, dan jadi salah satu tunggangan andalannya.

viewed :: 12121
Berita Terkait Lainnya :