11 Februari 2019
SHOWROOM MOTOR

Modifikasi Suzuki Thunder 250 2004 - TU52 Brat Style


Kenal sama Andi dari Brondonolo Garage yang menetap di Kebumen, Jawa Tengah, tidak ada ruginya. Pasalnya builderini piawai mengolah besutan standar untuk dimodifikasi bergaya Jap Style. Itulah yang bikin Tikno langsung merapat buat modifikasi Suzuki Thunder 250 miliknya bergaya Barat Style.

"Gaya modifikasi yang dihasilkan dari garasi Brondonolo Garage sangat khas, tidak sampai ngacak-ngacak rake asli bawaan motor. Biarpun motor sudah custom, tetap nyaman dipakai harian," ujar Tikno yang juga pemilik Duta Motor di Kebumen.

Proses customize Thunder 250 ini diawali dengan memotong rangka bagian belakang sepanjang kira-kira 20 cm. Pemotongan rangka sudah menjadi langkah wajib untuk mengejar design yang diinginkan. Utamanya, bagian sub frame harus dibuat lebih turun untuk kejar tampilan khas Barat Style.

Untuk kaki-kaki, tetap andalkan sok depan dan belakang bawaan motor. Gitu juga lengan ayunnya. "Kaki-kaki bawaan Thunder 250 masih sangat mumpuni, makanya saya tetap mempertahankan," jelas Andi yang juga terima restorasi tungangan motor lawas ini.

Hanya, untuk areal roda harus benar-benar diolah maksimal. Ubahan ini, mampu bikin tampilan modifikasi lebih berkelas. Andi mengaplikasikan sepasang ban Shinko ukuran 5,00 x 16. Karet bundar impor asal Korea ini, punya kembangan atau profil ban model cacing. "Sangat mendukung untuk tampilan Barat Style gaya Bobber. Apalagi, model ban yang dipilih white wall," urai Andi yang masih mengandalkan teromol bawaan.

Setelah rangka berdiri, tiba saatnya mendesign tanki bahan bakar yang akan menjadi nyawa dari design motor ini. Andi memilih model peanut. Prosesnya dibuat sendiri dengan pelat besi tebal 1,8 mm. Dengan ketebalan pelat yang sama, ia juga mendesign fender belakang dan cover samping.

Langkah selanjutnya menentukan model setang seperti apa yang akan menjadi kendali motor tersebut. Disepakati, model seperti T-bar yang sedikit menyudut dibagian atas. Detail kemudi ini, juga ikut diolah pada bawah setang dengan dibuatkan ornamen pada masing-masing ujungnya sebagai pemanis buat dukung estetika motor.

Setelah semua piranti utama terpasang, Andi langsung melanjutkan kreatifitasnya di bagaian headlamp. Dudukan lampu depan itu, dibuat dengan pelat besi yang diberi lubang sebagai detailnya. Ia juga memberi sentuhan yang sama pada pedal rem belakang, tuas persneling, dudukan stoplamp dan penyangga fender belakang. "Seluruh bagian ini saya lapis chrome yang juga dikerjakan sendiri," urainya.

Pamungkasnya, memberi sentuhan akhir dengan kelir hitam glossy pada areal rangka, tanki, cover samping dan lender belakang. Ditorehkan pula permainan pin stripe pada ketiga bagian itu. Pin stripe pada cover samping menghiasi seputar lubang-lubang yang sengaja dibuat dan memberi kesan tersendiri.

Kelir hitam juga diaplikasikan pada silinder blok dan Velg. Cover crankcase kiri-kanan dipoles mengkilap. Begitu juga dengan as shockbreaker depan. Sedangkan dudukan mesin bagian atas, sengaja dikrom. Untuk mempermanis, tak lupa dipasang sebuah bagasi kecil di atas fender belakang lengkap dengan balutan chrome.

Akhirnya setelah dua bulan proses pengerjaan, lahirlah Suzuki Thunder 250 bergaya Barat Style olahan Andi yang dijuluki TU52. Julukan ini, mengacu pada senjata perang milik Adolf Hitler.     ..... (w33)



viewed :: 17328
Berita Terkait Lainnya :