01 Juli 2020
TIPS MOTOR

Cara Merawat Dan Membersihkan Rantai Motor


Cara perawatan dan pembersihan rantai motor sangat penting untuk di perhatikan, agar rantai motor kita lebih awet dan kendaraan kita makin nyaman dikendarai. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang perawatan rantai ini, seperti cara membersihkan rantai, tegangan rantai,serta penggantian rantai.

Yang pertama yakni cara membersihkan rantai yang benar. Saat membersihkan rantai usahakan jangan menggunakan minyak tanah ataupun bensin. Memang dengan kedua jenis minyak tersebut rantai jadi terlihat lebih bersih karena kotoran yang menempel pada pelumas rantai yang lama rontok, namun hal ini justru tidak baik, karena pelumas dalam bushing rantai ikut rontok, walaupun setelah dibersihkan kembali diberi pelumas, tetapi bushing masih kering, belum tersentuh pelumas.

Idealnya cukup bersihkan rantai dengan air dan detergen, sikat bagian yang kotor dari noda pelumas rantai. Setelah bersih lakukan pelumasan ulang pada rantai dengan cairan khusus untuk pelumas rantai yang berbentuk spray atau semprot, karena dengan model semprot ini partikel pelumas akan lebih kecil dan akan lebih mudah untuk meresap kedlam bushing rantai, selain itu model semprot ini membuat pelumasan jadi lebih merata.

Jika umur rantai lebih dari 3 tahun atau sudah menempuh jarak 36 ribu km, rantai perlu dibilas dengan cairan WD40, karena rantai ang sudah memasuki usia ini rata-rata sudah sedikit molor, karena buhsing dan pin sudah memiliki celah yang lebih besar maka benda asing lebih sering masuk, untuk itu perlu dibilas dengan cairan WD40 tadi agar kotoran dalam bushing rontok. Baru setelah itu semprot dengan chain lube atau pelumas khusus rantai.

Tegangan rantai tiap motor berbeda-beda, banyak criteria yang digunakan dalam menentukan tegangan rantai. Salah satu yang paling penting dalah melihat dari penggunaan sok breaker. Jika menggunakan monosok otomatis akan lebih lentur, sedangkan penggunaan dual sok breaker sedikit lebih kenyal. Nah tingkat kekenyalan ini akan mempengaruhi gerakan swing arm / lengan ayun sehingga bisa digunakan patokan dalam menetukan tegangan atau jarak bebas rantai. Semakin lentur tentu jarak bebas rantai yang dibutuhkan semakin tinggi.

Sebagai patokan jika motor anda menggunakan anda bisa mengatur jarak bebas rantai sekitar 30 mm, namun jika sok belakang mengadopsi double sok atur jaak bebas rantai sebesar 25 mm. hal ini dilakukan agar rantai tidak cepat aus, atau celong, akibat terlalu besarnya tekanan rantai hanya pada satu sisi.

Dalam penggantian rantai dan gir idealnya dilakukan bersamaan, jadi sekalian satu paket rantai dan gir. Karena jika salah satu saja yang diganti tentu tingkat keawetan juga akan berkurang. Misalnya karena rantai masih bagus hanay diganti gir belakang saja, kondisi demikian salah karena tingkat keausan berbeda tentu akan menimbulkan bunyi berisik pada rantai dan gir Karena sudah tidak simetri lagi, dan efek terburuknya rantai akan los dari gir.

Selain itu penggantian rantai dan gir juga harus dengan kualitas selevel, jika menggunakan rantai KW gunakan juga gir kw, begitu pula sebaliknya. Ini dilakukan karena tiap part tentu memiliki kualitas logam yang berbeda sehingga tingkat keausan juga berbeda. Selain itu dengan membeli sepaket rantai dan gir tentu mendapat harga yang lebih murah dari pada beli eceran.


viewed :: 11907
Berita Terkait Lainnya :