11 April 2021
SHOWROOM MOBIL

Toyota FJ40 1978 - Pembuka Jalan


Pindah dinas dan tugas sudah bukan barang aneh buat Kombes Enggar, Kapolres Tebing Tinggi. Pun dengan tugas di daerah baru, banyak tantangan baru pula. Seperti saat ditempatkan dinas di daerah Tebing Tinggi. Sangat menggembirakan, karena di daerah ini banyak pecinta Toyota FJ40, yang oleh masyarakat setempat biasa disebut Toyota Hardtop. "Apalagi saya juga sangat suka Toyota Hardtop," ujar Mas Enggar, pria asli Solo ini.

Maka disusunlah banyak agenda sosialiasi program kepolisian dengan melibatkan komunitas Toyota Hardtop kota Tebing Tinggi. Dan dengan senang hati pula, Mas Enggar juga ikutan main hardtop. Bahkan Toyota FJ45 nya yang ada di Solo pun ikut diboyong ke Tebing Tinggi.

Beruntungnya lagi, Mas Enggar justru ditawarin sebuah FJ40 oleh salah satu masyarakat setempat. Katanya "Biar makin dekat dengan warga Tebing Tinggi," ujarnya.  

Namun karena FJ40 lama enggak terpakai, justru membuat kondisi part-partnya menjadi rusak.  Hampir semua karetnya pecah-pecah. Karat pun mulai tumbuh di berbagai tempat. Baut-baut makin susah dibuka dan "Masih banyak lagi yang harus direkondisi, termasuk mesin yang mulai ngos-ngosan distarter."

Pendekatan dengan komunitas pun berlanjut. Mas Enggar lebih memilih memakai jasa teman-teman modifikator lokal. "Toh hasilnya enggak kalah bagus."

Oleh Steven Tan, sang pemilik bengkel, Mas disarankan untuk mengganti mesin. Setelah menimbang-nimbang, dipilihlah mesin diesel Toyota 1 HD-T bertransmisi matik. Wow..

Sosialisasi program kepolisian kepada masyarakat pun berjalan mulus. Mulai program sosialisai pemahaman akan hukum, sampai ke budaya tertib lalu lintas. Di setiap pertemuan komunitas otomotif Tebing Tinggi, diselipkan kampanye budaya tertib dan patuh hukum. Tanpa takut menghadiri undangan tokoh masyarakat daerah terpencil, yang prasarana jalannya masih minim. "Kan sudah ada FJ40, semuanya lancar," tutup Mas Enggar. [w33]

viewed :: 12078

Berita Terkait Lainnya :