13 Februari 2019
SHOWROOM MOBIL

Suzuki Jimny SJ410 LWB 1987 - Pencitraan


Ada yang mengatakan, kendaraan Anda menggambarkan seperti apa sosok pemiliknya. Sebagai wiraswastawan bidang properti di kota Palembang, Medy Effendi merasa harus memiliki tunggangan yang mencitrakan identitas profesinya. Uniknya, bukan kendaraan sedan klimis atau lainnya, bapak dua anak ini justru memilih Jimny pikap sebagai pendukung program pencitraan.

"Saya ingin tunggangan yang memiliki ikatan emosi kuat dengan profesi saya. Sosok pikaplah menjadi figur yang pas," terang pria yang berprofesi kontraktor ini. "Pikap merupakan figur pekerja keras namun rendah hati," jelasnya.

Medy mendapat angin segar ketika berhasil meminang sebuah Suzuki Jimny Station wagon dalam kondisi mengenaskan. Jimny pikap dengan model bak three way menjadi konsep incaran. Tanpa ragu, Medy menyebut Suzuki Stockman pikap yang jadi sumber inspirasinya. "Saya merasa pas dengan bentuknya," cerocosnya sembari menebar serangkaian pujian pada jip yang banyak berkeliaran di Australia tersebut. "Saya ingin memberi warna baru dengan menggunakan wajah JB32. Kayaknya di Aussie pun nggak ada spesifikasi jip dengan komposisi seperti ini," kekehnya.

Mesin asli langsung dipensiunkan ke gudang. "Mesin 1000 cc saya rasa kurang greget, selain itu, kondisi mesinnya sudah tidak layak lagi, membuat saya berfikir untuk menggantinya dengan mesin lain yang lebih moderen dan fresh," terangnya.

Keputusan bulat pun diambil. Sebuah halfcut Jimny JB32 pun lantas ia putuskan sebagai donor. Namun ia tidak menerapkan mentah-mentah semua komponen Jimny asal Jepang tersebut. "Saya lebih sreg menggunakan per daun dibandingkan dengan per keong bawaan JB32. Karena harus menonjolkan kesederhaan sebagai kendaraan pekerja, terutama untuk urusan angkut mengangkut barang," paparnya.

"Walau tidak terbesit sedikitpun untuk benar-benar menggunakannya mengangkut barang di proyek," kekehnya menutup perbincangan.  [w33]

viewed :: 12295
Berita Terkait Lainnya :