14 Juni 2018
SHOWROOM MOTOR

Modifikasi Honda Astrea Prima, Transgender Dua Silinder


Honda Astrea Prima terlahir sebagai motor bebek yang terkenal nyaman dan tangguh di massanya. Tapi di tangan Benny Z, sang pemilik, identitasnya diubah 180 derajat. Dari bebek jadi motor sport lengkap dengan mesin dua silinder.

Wuih ... Sebelum jadi motor sport, pekerjaan pertama adalah merombak mesin. Benny yang tinggal di daerah Mersi, Purwokerto, Jateng tak mau tanggung. Mesin yang aslinya hanya berkapasitas 97 cc dirombak jadi 2 kali lipat. Tak hanya kapasitas, tapi juga silindernya tambah satu!

Pekerjaan mesin diserahkan pada Rohmat Hidayat yang biasa dipanggil Alip, kok nama dan panggilan enggak nyambung ya? Hehee ... Menurut Alip, rombakan pertama pada bagian kruk as, "Kruk as pakai aslinya, tapi dengan penambahan 1 setang piston, pemasangan meniru punya Harley," ujar pemilik bengkel Alip Jaya Racing (AJR) ini.

Dengan demikian kata Alip lebar kruk as tak berubah, makanya crank case pun tak perlu dilebarkan. "Setelah itu tinggal tambah daging bagian atas untuk pemasangan silinder baru," lanjut pebengkel yang beralamat di Jl. Pasir Muncang, Purwokerto Barat.

Berikutnya tinggal menambah gigi sentrik, pulser dan pick up-nya di magnet, serta memindah dinamo starter ke bawah karena di atas tak ada tempat lagi. "Paling susah justru mengubah pompa olinya, biar pelumasan kuat dan rata ganti pakai punya Yamaha Jupiter," imbuh mekanik 30 tahun ini. Untuk pendinginan ditambahkan 2 oil cooler Satria F150.

Sektor pengapian dan suplai bensin, tiap silinder dapat jatah sendiri-sendiri. Di antaranya 2 CDI Satria F150, 2 koil Blue Thunder dan 2 karburator Yamaha Scorpio. Mesin beres, langsung pindah ke bengkel Ripto Custom Bike (RCB) untuk pengerjaan sasis, bodi dan kaki-kaki.

Biar jadi motor sport, sasis pakai milik Honda GL100. "Biar lebih klasik dikasih rangka model tubular," terang Suripto, bos RCB.

Sedang tangki dan bodi belakang, menurut modifikator yang akrab disapa Kang Ripto ini dibuat pakai fiberglass tanpa referensi motor manapun. "Langsung saja bikin dari yang ada di otak, hehee ...," kekehnya.

Untuk kaki-kaki, Kang Ripto mengandalkan upside down aftermarket dipadu sistem pengereman limbah Yamaha YZF-R1. Sedang belakang pakai lengan ayun bikinan RCB, dengan monosok comotan Yamaha Byson.Finishing-nya, Benny mempercayakan pengecatan pada bengkel Toekang Cet yang dikomandoi oleh Lutvi, juga di kawasan Purwokerto.

Temanya mencomot dari cerita wayang Pandawa Lima.Jadi inilah hasil dari transgender sebuah Astrea Prima.  [w33]

Data Modifikasi :
Pelek: TK 3,5x17 & handmade 8x17
Ban: Dunlop 120/70-17 & 200/50-17
Knalpot: Werkes
Teromol: Tiger Custom & Vario
Cakram depan: PSM
Kulit Jok: MBTech
Upside down: aftermarket
Setang: Suzuki GSX-R1000
Master rem: Yamaha YZF-R1
Spidometer: Koso DB02R
Lampu depan: projektor Ultimate
Sokbeker: KYB Byson
Swing arm: handmade
Rangka: Honda GL custom
Oil cooler: Suzuki Satria F150
Cylinder Head: Honda Supra Fit
Karburator: Yamaha Scorpio
Koil: Blue Thunder
CDI: Suzuki Satria F150
Alip Jaya Racing: 0857-26577806
Ripto Custome Bike: 0816-4289149

viewed :: 12890
Berita Terkait Lainnya :