10 September 2019
SHOWROOM MOBIL

Modifikasi Tubular Joko Jangkrik - Avatar


Namanya balap, power to weight ratio atau perbandingan antara tenaga dan bobot kendaraan sangatlah penting. Meski tenaga besar namun tubuh yang diusung berat, hasilnya tidak akan optimal. Bobot tambah, tenaga kudu ditambah juga. Begitu yang terjadi pada dunia kompetisi adventure.

Dari tahun ke tahun, jip kompetisi semakin ringan. Mulai memangkas bagian bodi standar, hingga kini menggunakan bodi full tubular, di mana rangka mobil sekaligus roll-cage menyatu. Sebaliknya, mesin pun bervariasi, mencari kombinasi tenaga besar yang serasi dengan bobotnya.

Namun di Tanah Air, ada satu modifikasi yang mungkin belum pernah dilakukan pada jip adventure off-road kompetisi sebelumnya. Yakni membuat suspensi independen customized!

Nah inilah mobil milik Djoko Suryono, lelaki asal Ambarawa, Jatim. Bodinya tubular, namun suspensinya independen racikan sendiri. Di bengkelnya, Ambarawa 4x4, ia mengembangkan kreasi ini dengan membuat suspensi yang lebih fleksibel, seperti yang digunakan oleh UTV yang kini menjamur di Indonesia.

Andalan lelaki yang disapa Djoko Jangkrik ini cukup unik. Konon, ia pun sempat terkena thypus saat mengerjakannya, namun segalanya 'terbayar' dengan hasil yang dicapai pada jip tubular yang dinamai Avatar ini.

Tentu tak mudah menerapkan suspensi independen di jip tubular ini. Beberapa perhitungan perlu dilakukan untuk konstruksi kaki-kaki indepennya. Saat suspensi berayun, camber roda bisa berubah-ubah. Belum lagi kekuatan as roda, yang banyak bergerak, tidak dalam kondisi lebih statis seperti yang pada gardan rigid. Tapi semua berusaha diatasi oleh Djoko.

Djoko memang terkenal nyeleneh. Di awal kemunculannya beberapa tahun lalu, ia menggemparkan dunia off-road adventure kompetisi, dengan mengandalkan Jimny Jangkrik yang kurang populer saat itu. Dan, saat yang lain memaksimalkan konstruksi suspensi dan mesin, ia malah mengoptimalkan winchnya. Namun hasilnya, ia mendominasi berbagai kompetisi adventure kala itu. Karena ia tahu, kunci mengejar waktu terbaik, kerap kali pada saat recovery.

Tentu, selain menerapkan suspensi independen, jip ini pun menggunakan struktur sasis tubular, seperti kebanyakan kompetitor serius saat ini. Keuntungan lain dari jip tubular, adalah soal pembagian bobot di bagian depan, tengah, hingga belakang. Lantaran bisa dibuat lebih seimbang dengan menempatkan komponen-komponen di atasnya.

Seperti mesin yang sedikit menjorok di belakang gardan depan, lantas roller winch, serta radiator di belakang kabin. Semua itu, membuat distribusi bobot ini lebih ideal untuk mobil kompetisi adventure.

Dengan tenaga cukup besar, bodi ringan dan dimensi yang tepat, Djoko berharap bisa beraksi lebih baik di kancah kompetisi adventure off-road. Walau segala usahanya ini pun tak diraih dengan instan, jerih payah ini sempat berbuah manis di gelaran Kejurnas Adventure Off-road beberapa waktu lalu.  [w33]

viewed :: 14566
Berita Terkait Lainnya :